Tanggapi Pernyataan Luis Milla, PSSI Akui Keterlambatan Gaji

Kompas.com - 22/10/2018, 20:04 WIB
Ekspresi pelatih timnas U-23 Indonesia, Luis Milla, seusai timnya tersingkir dari Asian Games 2018, Timnas U-23 Indonesia kalah adu penalti dari Uni Emirat Arab dalam pertandingan babak 16 besar sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Jumat (24/8/2018).
HERKA YANIS/TABLOID BOLAEkspresi pelatih timnas U-23 Indonesia, Luis Milla, seusai timnya tersingkir dari Asian Games 2018, Timnas U-23 Indonesia kalah adu penalti dari Uni Emirat Arab dalam pertandingan babak 16 besar sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Jumat (24/8/2018).

KOMPAS.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yoyok Sukawi, mengakui federasi pernah terlambat membayar gaji Luis Milla saat menjabat pelatih timnas Indonesia selama satu setengah tahun.

Pernyataan Yoyok Sukawi ini sebagai tanggapan pernyataan Luis Milla di akun Instagram pribadinya. Pada Minggu (21/10/2018), Luis Milla mengunggah foto beserta ucapan perpisahan karena tidak lagi menjadi pelatih timnas Indonesia.

Dalam ucapan itu, Luis Milla juga menulis kritik kepada PSSI. Luis Milla menyebut selama 10 bulan terakhir masa kerja, dirinya merasa ada keburukan dalam manajemen, rendahnya profesionalitas para petinggi, hingga pengingkaran perjanjian kontrak dari PSSI.

Menanggapi hal ini, Yoyok Sukawi memaklumi keluhan Luis Milla karena PSSI memang sering terlambat membayar gaji.

“Memang, saat pembayaran gaji itu, kami PSSI sering terlambat, saya akui. Makanya Milla bilang di situ, bahwa PSSI itu tidak profesional. Lalu sering mengingkari kontrak, itu bukan memutuskan kontrak sepihak. Itu betul yang dikatakan Luis Milla ada masalah gaji,” ucap Yoyok Sukawi dikutip dari BolaSport.com.

Baca juga: Bima Sakti Jadi Pelatih Timnas Indonesia dan Dapat Pesan Khusus dari Teman Dekat Luis Milla

Meskipun begitu, Yoyok Sukawi, juga berharap masyarakat Indonesia tidak salah persepsi terhadap pernyataan Luis Milla.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dipahami masyarakat Indonesia terutama pecinta sepak bola nasional terkait pernyataan Luis Milla.

Constant breaking of contract itu artinya mengingkari kontrak, bukan pemutusan kontrak sepihak. Itu beda,” kata Yoyok Sukawi.

“Jadi yang dimaksud Milla, itu adalah PSSI suka telat membayar gaji. Itu namanya mengingkari kontrak. Beda dengan memutus kontrak sepihak. Tidak bisa memutus kontrak sepihak, itu ada aturannya.” kataYoyok Sukawi.

Baca juga: PSSI Disebut Telah Batalkan Kontrak Baru Luis Milla Secara Sepihak

“Itu langsung FIFA yang turun tangan, beda. Kontraknya Milla itu sudah habis, dan sudah selesai,” ujar CEO PSIS Semarang ini.

“Coba dibaca baik-baik. Jadi intinya, dia bercerita, kenapa tidak mau diperpanjang, karena PSSI tidak profesional, PSSI suka telat bayar gaji. Jadi dia bercerita begitu,” kata Yoyok Sukawi.

“Jadi jangan kebalik. Seolah-olah Luis Milla mau, tapi kami tidak niat, lalu kami putus kontrak, itu beda sekali,” tutur Yoyok Sukawi.

Pada hari yang sama Luis Milla menyampaikan perpisahan, PSSI resmi menunjuk Bima Sakti menjadi pelatih timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018 November mendatang. (Mochamad Hary Prasetya)



Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X