Kontrak Baru Luis Milla Dibatalkan Secara Sepihak oleh PSSI

Kompas.com - 22/10/2018, 18:57 WIB
Pelatih timnas U-23, Luis Milla mengobrol santai dengan asistennya Bima Sakti menjelang dimulainya laga uji coba melawan timnas U-23 Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (31/7/2018).
YAN DAULAKA/BOLASPORT.COM Pelatih timnas U-23, Luis Milla mengobrol santai dengan asistennya Bima Sakti menjelang dimulainya laga uji coba melawan timnas U-23 Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (31/7/2018).

KOMPAS.com - Asisten pelatih Luis Milla di tim nasional Indonesia, Miguel Gandia, mengungkap sebuah fakta terkait kontrak baru yang telah disepakati Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI).

Pada Minggu (21/10/2018), PSSI resmi menunjuk Bima Sakti Tukiman sebagai pelatih kepala timnas Indonesia untuk menggantikan Milla.

Baca juga: Luis Milla Ucapkan Salam Perpisahan hingga Kritik PSSI

Penunjukkan Bima Sakti terpaksa dilakukan karena negosiasi kontrak antara Milla dan PSSI tak kunjung mencapai kata sepakat.

Hal itu diperkuat pula dengan pernyataan beberapa pejabat PSSI yang mengeluh karena Milla tak memberikan jawaban pasti.

Namun, Miguel Gandia sebagai asisten pelatih Milla mengungkapkan sudut pandang berbeda dengan PSSI.

Kepada sejumlah awak media, termasuk Kompas.com, Gandia menyatakan bahwa sesungguhnya PSSI sudah menyepakati kontrak baru dengan Luis Milla.

Akan tetapi, PSSI malah membatalkan kesepakatan itu dan kemudian menunjuk Bima Sakti Tukiman sebagai pengganti Milla.

"Ya, itu memang benar," ujar Gandia membenarkan soal perjanjian kontrak baru Milla yang telah disepakati PSSI, Senin (22/10/2018) sore.

Gandia menyatakan Milla belum mau berbicara soal kontrak kerjanya dengan PSSI.

Kendati demikian, semuanya tinggal menunggu waktu. Cepat atau lambat, Milla akan memberikan klarifkasi terkait polemik kontraknya.

"Luis akan berbicara pada saat yang tepat. (Di sini) banyak kebohongan. Namun, kami berterima kasih untuk semua orang Indonesia," kata Gandia.

Pernyataan Gandia sebetulnya sejalan dengan status yang ditulis Milla di akun media sosial Instagram pribadinya pada Minggu (21/10/2018) kemarin.

Dalam unggahannya tersebut, Milla menyinggung soal manajemen yang buruk, pelanggaran kontrak secara konstan, dan rendahnya profesionalisme para pemangku kebijakan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! ???????? . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! ???????? . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas dedikasi dan waktunya Selena ini.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Luis Milla (@luismillacoach) pada 21 Okt 2018 jam 7:53 PDT

Polemik terkait kontrak Milla berawal dari keputusan Exco PSSI untuk memperbarui masa baktinya setelah Asian Games 2018.

Mantan pemain Real Madrid dan FC Barcelona itu dipercaya PSSI menangani timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018.

Persoalan kian pelik ketika PSSI diketahui menunggak gaji Milla. Sang pelatih pun akhirnya memutuskan pulang ke Spanyol untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Tak pelak, pembahasan kontrak antara Milla dan PSSI tak berjalan lancar.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, mengharapkan Milla tiba di Jakarta pada 16 Oktober 2018 lalu.

Akan tetapi, PSSI akhirnya memutuskan melepas Milla dan menunjuk Bima Sakti sebagai juru taktik anyar timnas.



Close Ads X