Arema Terima Dihukum Tanpa Penonton hingga Akhir Musim - Kompas.com

Arema Terima Dihukum Tanpa Penonton hingga Akhir Musim

Kompas.com - 11/10/2018, 18:17 WIB
Oknum Aremania sambil berteriak memasuki lapangan Stadion Kanjuruhan, Kepanjeng, Kabupaten Malang, untuk mendatangi pemain Persebaya Surabaya yang sedang berlatih, Sabtu (6/10/2018) sore WIB.
NDARU WIJAYANTO/TRIBUNJATIM.COM Oknum Aremania sambil berteriak memasuki lapangan Stadion Kanjuruhan, Kepanjeng, Kabupaten Malang, untuk mendatangi pemain Persebaya Surabaya yang sedang berlatih, Sabtu (6/10/2018) sore WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Arema FC menerima keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait pelanggaran regulasi pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 6 Oktober lalu.

CEO Arema FC Iwan Budianto menyatakan Arema adalah sebuah klub yang menjunjung tinggi integritas sepakbola.

Menurut Iwan, setiap upaya penegakan regulasi harus dihormati dan dipatuhi. Jika terjadi pelanggaran berat, Arema siap menghadapi konsekuensinya.

"Hukuman yang dikenakan bagi Arema FC dan Aremania diharapkan menjadi momentum perubahan perilaku positif bagi semua, tidak hanya klub, panpel, tapi juga suporter," kata Iwan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2018).

Walau menerima, Iwan menilai hukuman yang diberikan terasa sangat berat bagi kelangsungan klub.

Selain tidak bisa mendapat dukungan suporter secara langsung, Iwan menilai hukuman itu juga membuat Arema kehilangan pendapatan yang berpengaruh terhadap operasional klub.

Apalagi, Arema juga harus menegosiasikan ulang kerjasama dengan pihak sponsor. Kondisi tersebut tentu tidak cuma dirasakan pemain dan ofisial, tapi juga karyawan.

Baca juga: Arema FC Dihukum Pertandingan Tanpa Penonton hingga Akhir Musim

Ratusan Aremania masuk ke lapangan hijau usai Arema FC kalahkan Persebaya 1-0 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (6/10/2018)KOMPAS.com/ANDI HARTIK Ratusan Aremania masuk ke lapangan hijau usai Arema FC kalahkan Persebaya 1-0 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (6/10/2018)

Tak sampai di situ, pertandingan tanpa penonton juga berimbas bagi pelaku usaha kecil, seperti asongan, PKL, dan terhambatnya penerimaan pajak daerah.

Apalagi, Arema FC dianggap merupakan klub kebanggan dan menjadi salah satu hiburan yang banyak diminati masyarakat Malang Raya.

Namun, Iwan kembali menegaskan Arema akan menjalani hukuman dengan kepala tegak. Ia pun berharap hukuman itu menjadi cambuk untuk perubahan pada semua pelaku sepak bola nasional agar patuh terhadap penegakan regulasi.

Menurut Iwan, Arema tidak akan mengajukan banding. Arema justru akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter, terutama Aremania, agar berubah menjadi lebih baik.

Baca juga: Dirigen Aremania Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, Arema FC ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton disertai sanksi lainnya. Asalkan hukuman itu mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kami siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepak bola kita," ucap Iwan.

Lebih lanjut, Iwan meminta Aremania mawas diri dan intropeksi. Ia meminta Aremania melakukan perenungan massal dan menjadikan momentum tersebut untuk berubah dalam sikap dan berperilaku yang baik saat mendukung tim kebanggaan.

Iwan juga meminta semua pihak agar tidak merespon dan bereaksi negatif atas keputusan Komdis PSSI. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas segala perilaku negatif dan kejadian yang menimbulkan kerugian psikis maupaun materi.

Baca juga: Arema Vs Persebaya, Iwan Budianto Menyayangkan Kericuhan di Kanjuruhan

"Hentikan perdebatan. Tapi kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu, kita harus lebih sering bertemu, berdiskusi, berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang lagi di masa yang akan datang" ujar Iwan.


Terkini Lainnya


Close Ads X