Dirigen Aremania Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup - Kompas.com

Dirigen Aremania Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup

Kompas.com - 11/10/2018, 17:31 WIB
Dirigen Aremania, Yuli Sumpil, saat ditemui jelang final Piala Presiden 2017 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kab Bogor, Minggu (12/3/2017).Juara.net/Segaf Abdullah Dirigen Aremania, Yuli Sumpil, saat ditemui jelang final Piala Presiden 2017 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kab Bogor, Minggu (12/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirigen Aremania, Yuli Sumpil, dilarang masuk stadion di seluruh Indonesia selama seumur hidup. Selain Yuli, ada satu Aremania lainnya bernama Fandy yang juga dikenai hukuman yang sama.

Hukuman yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI itu merupakan buntut masuknya Yuli dan Fandy ke dalam lapangan saat jeda pertandingan Arema FC kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, 6 Oktober lalu.

Pada peristiwa itu, Yuli dan Fandy bahkan mengganggu pemain Persebaya yang sedang berlatih.

"PSSI memastikan setiap pelanggaran disiplin kompetisi mendapatkan sanksi. Tidak ada toleransi," kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (11/10/2018).

Tak cuma Yuli dan Fandy, PSSI juga menghukum Arema FC dengan sanksi pertandingan tanpa penonton dan denda Rp 100 juta.

Arema diberi sanksi larangan menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga kandang dan suporter mereka dilarang memberikan dukungan juga pada saat laga tandang sampai akhir musim kompetisi 2018.

Baca juga: Arema FC Dihukum Pertandingan Tanpa Penonton hingga Akhir Musim

Dirijen Aremania, Yuli Sumpil (kanan) memberikan arahan saat Aremania mendatangi kantor Arema FC Jalan Mayjen Pandjaitan no 42 Kota Malang pada (20/4/2018).
OVAN SETIAWAN/BOLASPORT.COM Dirijen Aremania, Yuli Sumpil (kanan) memberikan arahan saat Aremania mendatangi kantor Arema FC Jalan Mayjen Pandjaitan no 42 Kota Malang pada (20/4/2018).

Sanksi tersebut merupakan buah dari beberapa pelanggaran disiplin yang terjadi dalam laga Arema vs Persebaya.

Selain masuknya Yuli dan Fandy ke lapangan, pada laga tersebut juga terjadi pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema terhadap suporter Persebaya dan penyalaan flare disertai pelemparan botol.

Baca juga: Banyak Insiden di Kanjuruhan, PSSI Akan Sanksi Arema

Selain kasus Arema FC, Komite Disiplin juga menyidangkan beberapa kasus lainnya. Berikut hasil sidang dan keputusannya:

1. PS Barito Putera
- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018
- Pertandingan: PS Barito Putera vs PSMS Medan
- Tanggal kejadian: 7 Oktober 2018
- Jenis pelanggaran: Ofisial PS Barito Putera yang tidak teridentifikasi terlibat kericuhan dengan pelatih PSMS Medan
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000

2. Persikabo Kabupaten Bogor
- Nama kompetisi: Liga 3 2018
- Pertandingan: Persikabo Kab. Bogor vs Bogor FC
- Tanggal kejadian: 26 Agustus 2018
- Jenis pelanggaran: Pelemparan botol, penyalaan flare serta masuk ke dalam lapangan
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000

3. Pemain Persip Pekalongan, Iwan Wahyudi
- Nama kompetisi: Liga 3 2018
- Pertandingan: Persatu Tuban vs Persip Kota Pekalongan
- Tanggal kejadian: 7 Oktober 2018
- Jenis pelanggaran: Memukul lawan
- Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan


Terkini Lainnya


Close Ads X