Hadapi Borneo FC, Persebaya Antisipasi Kebobolan Melalui Bola Mati - Kompas.com

Hadapi Borneo FC, Persebaya Antisipasi Kebobolan Melalui Bola Mati

Kompas.com - 11/10/2018, 14:40 WIB
Pelatih baru Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, memimpin latihan bersama asisten pelatih, Bejo Sugiantoro di lapangan Karanggayam, Surabaya pada Rabu (5/9/2018). PERSEBAYA Pelatih baru Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, memimpin latihan bersama asisten pelatih, Bejo Sugiantoro di lapangan Karanggayam, Surabaya pada Rabu (5/9/2018).

SURABAYA, KOMPAS.com - Dalam tiga laga yang sudah dilakoni Persebaya Surabaya, yaitu saat melawan Sriwijaya FC, Mitra Kukar, dan Borneo FC, klub berjulukan The Green Force itu kebobolan melalui tendangan bebas dan sepak pojok.

Menghadapi perlawanan Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (13/10/2018) mendatang, pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, bakal mengantisipasi serangan Borneo FC yang bisa mengancam gawang Bajul Ijo.

Persebaya akan mengantisipasi kebobolan melalui skema bola mati.

"Kami latihan terus, bahkan sebelum pertandingan melawan Arema, kami itu terus latihan defence dari corner kick, defence dari tendangan bebas," ucap Djanur, sapaan Djadjang.

Baca juga: Striker Borneo FC Jadi Ancaman Pertahanan Persebaya

Menurut Djanur, dalam sepak bola, yang perlu diantisipasi selain menyerang, bertahan, transisi, adalah set pieces. Peluang gol melalui bola mati saat ini semakin terbuka.

"Karena peluang dari set pieces makin terbuka, banyak sekali gol bukan hanya di kami, di luar (klub lain) juga sama," kata Djanur menambahkan.

Untuk mengantisipasinya, kata Djanur, para pemainnya sudah mendapatkan program khusus dari tim pelatih. Djanur berharap para pemainnya lebih siap menatap pertandingan kontra Borneo FC.

"Ada latihan untuk itu (set pieces), masih ada (waktu)," ucap Djanur.



Close Ads X