Batal Datang, Luis Milla Utus Perwakilan untuk Negosiasi Kontrak - Kompas.com

Batal Datang, Luis Milla Utus Perwakilan untuk Negosiasi Kontrak

Kompas.com - 09/10/2018, 09:06 WIB
Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Luis Milla (tengah), beserta asisten pelatih Bima Sakti (kanan) memberikan instruksi kepada Muhammad Hargianto pada laga PSSI Anniversary Cup 2018 kontra Bahrain di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (27/4/2018)
HERKA YANIS PANGARIBOWO/BOLASPORT.COM Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Luis Milla (tengah), beserta asisten pelatih Bima Sakti (kanan) memberikan instruksi kepada Muhammad Hargianto pada laga PSSI Anniversary Cup 2018 kontra Bahrain di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (27/4/2018)

KOMPAS.com - Pelatih asal Spanyol, Luis Milla, batal datang ke Indonesia. Meskipun demikian, pria asal Spanyol tersebut tetap menunjukkan minat membesut pasukan Garuda karena mengirim perwakilan.

Sebelumnya, PSSI sudah menjanjikan bahwa Luis Milla akan datang pada Selasa (9/10/2018) untuk membicarakan kontrak sebagai pelatih timnas selama satu tahun ke depan. Ternyata, pelatih berusia 51 tahun itu tidak datang dan mengirimkan perwakilannya untuk berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria.

Baca Juga: Bos Arema FC Desak Komdis PSSI Segera Hukum Klubnya

"Luis Milla tidak datang, yang datang itu agennya asal Spanyol dan bernegosiasi dengan Sekjen PSSI," kata Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa, kepada wartawan termasuk BolaSport.com.

Gusti Randa juga melanjutkan bahwa dia belum tahu perkembangan terbaru bagaimana proses negosiasi antara Ratu Tisha dengan agen Luis Milla. Dia hanya memberitahu akan mengumumkan kepada publik jika ada hal terbaru.

"Jadi sebenarnya kemarin infonya tanggal 9 Oktober itu Luis Milla yang datang tapi ternyata dia hanya mengirimkan agennya. Saat ini masih terus komunikasi,” kata Gusti Randa.

Dalam negosiasi dengan Luis Milla, PSSI memiliki beberapa klausul. Salah satunya mewajibkan mantan pemain Real Madrid itu membawa timnas Indonesia meraih gelar juara Piala AFF 2018.

Akan ada perubahan kesepakatan bila memang Luis Milla keberatan dengan target tersebut. Sebab, PSSI ingin membawa timnas Indonesia berprestasi, termasuk juara Piala AFF 2018. Sepanjang sejarah keikutsertaan, Indonesia belum pernah menjadi juara Piala AFF meskipun lima kali menjadi finalis.

Baca Juga: Pelatih Arema FC Tak Terima Timnya Disebut Diuntungkan Wasit

“Tentu saja ada beberapa klausul perjanjian dalam kontrak, salah satunya juara Piala AFF 2018, mau tidak Luis Milla dibebankan meraih target tersebut? Kalau setiap pelatih kan memang harus punya target,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pencari Fakta.

Gusti Randa juga mengatakan bahwa sejauh ini PSSI belum memikirkan ide lain apabila Luis Milla tidak mau menerima klausul kontrak tersebut. Sebab, PSSI akan terus berusaha agar Luis Milla bisa kembali melatih skuad Garuda.

“Kami belum ada opsi apa-apa kalau Luis Milla tidak mau. Yang punya waktu untuk memberikan keputusan ya Luis Milla, kalau kami berharapnya lebih cepat ya bisa lebih baik,” kata Gusti Randa.

Seperti diketahui, Luis Milla sampai saat ini masih berada di negaranya Spanyol untuk kursus kepelatihan lisensi UEFA Pro. Sementara itu, PSSI sangat membutuhkan jawaban Luis Milla soal kontrak baru lantaran Piala AFF 2018 mulai digelar 8 November sampai 15 Desember. (Mochamad Hary Prasetya)



Close Ads X