Pesan Keberagaman di Titik Singgah Kedelapan - Kompas.com

Pesan Keberagaman di Titik Singgah Kedelapan

Kompas.com - 08/10/2018, 17:24 WIB
Kirab Pemuda menjadi program andalan Kemenpora. Kemenpora Kirab Pemuda menjadi program andalan Kemenpora.

BANGKA, KOMPAS.com - Di titik singgah kedelapan Kirab Pemuda 2018 Zona 1, para peserta membawakan pesan keberagaman dalam bentuk pawai budaya kreatif.

Siaran pers dari Kemenpora RI menunjukkan bahwa pada Jumat pekan lalu, pawai terebut menghadirkan 50 pemuda dari 34 provinsi di Indonesia. Kegiatan berlangsung di  Jalan Jenderal Sudirman Sungailiat, Provinsi Bangka Belitung.

Mereka mengenakan pakaian adat dari provinsi masing-masing baik dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dari Jawa, dari Sumatra, dari Sulawesi, dari Bali hingga dari Papua.

Peserta lokal dari SMAN 1 Sungailiat, SMKN 1 Sungailiat, SMA Kesehatan Mutiara Bangsa, SMA Setia Budi dan sekolah lainnya yang juga mengenakan pakaian adat maupun kostum karnaval.

"Ini merupakan Kirab Pemuda 2018 Zona 1 mulai dari Aceh terakhir di Jakarta besok setelah selesai dari sini ke Bengkulu langsung ke Kalimantan Barat hingga sampai di Jakarta. Zona II dari Merauke sekarang sedang di Polewali Mandar tidak ke Palu karena ada bencana selesai di Jakarta," jelas  Perwakilan Kemenpora Basuki Irianto dalam kesempatan itu.

Kegiatan pawai budaya kreatif pemuda ini ditandai dengan pelepasan burung merpati di Taman Hiburan Rakyat Batin Tikal Sungailiat.

 

Trasnplantasi karang

Sebelumnya, para peserta Kirab Pemuda 2018 melakukan transplantasi karang, di Pantai Turun Aban Sungailiat, didampingi Lurah Matras Farid Alkindi. Mereka merakit transplantasi terumbu karang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Ahmad Sapran, mengatakan, transplantasi karang ini dilakukan untuk melestarikan karang yang sudah mulai rusak di sekitar Pantai Turun Aban.

"Sekarang sudah banyak terjadi kerusakan terhadap terumbu karang yang disebabkan pertambangan juga abrasi menyebabkan terumbu karang mati," ujarnya.

"Dengan adanya transplantasi karang ini kita harapkan bisa tumbuh dengan baik sehingga menjadi tempat berkembang biaknya biota perairan," tambah Sapran.

Menurut Sapran lagi, kegiatan transplantasi karang ini sangat membantu nelayan karena jika karang terpelihara dengan baik, ikan semakin banyak dan bisa berkembang biak.

Selain transplantasi karang, para peserta Kirab Pemuda 2018 ini melakukan jalan sehat, senam poco-poco dan mereka disuguhi beragam makanan khas Bangka seperti lakso, mie kuah ikan, bakwan, enjan, hingga es jeruk kunci.



Close Ads X