De Boer Tak Yakin Icardi Kapten Terbaik bagi Inter Milan - Kompas.com

De Boer Tak Yakin Icardi Kapten Terbaik bagi Inter Milan

Kompas.com - 02/10/2018, 20:51 WIB
Gaya Mauro Icardi ketika merayakan gol Inter Milan ke gawang Fiorentina, Minggu (20/8/2017).Twitter @inter Gaya Mauro Icardi ketika merayakan gol Inter Milan ke gawang Fiorentina, Minggu (20/8/2017).

KOMPAS.com - Mantan pelatih Inter Milan, Frank de Boer, mengakui kehebatan Mauro Icardi. Meskipun demikian, pria asal Belanda ini mengkritik striker internasional Argentina tersebut yang dinilai bukan sosok kapten yang ideal.

Menurut De Boer, ban kapten seharusnya berada di lengan penjaga gawang, Samir Handanovic. Pasalnya, sikap Icardi tidak mencerminkan dia sebagai pemimpin rekan-rekannya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Baca juga: Kesalahan yang Sama Dibawa Jose Mourinho ke Manchester United

Padahal, De Boer termasuk pelatih yang tetap memberikan kepercayaan kepada striker berusia 25 tahun tersebut untuk tetap menjadi kapten. De Boer menjadi pelatih di San Siro pada Agustus 2016 hingga November tahun tersebut (hanya memimpin Inter sebanyak 14 pertandingan).

Namun, ada alasan mengapa De Boer tak mencopot ban kapten yang sudah melingkar di lengan Icardi ketika dirinya datang. Diakuinya, Inter tak ingin kehilangan pemain hebat seperti Icardi.

"Saya pergi seperti ketika saya datang. Itu artinya, saya tidak yakin Icardi merupakan kapten terbaik. Ada banyak hal tentang dirinya yang membuat dia tak layak jadi kapten, seperti bertengkar dengan fansnya," ujar De Boer kepada Algemeen Dagblad.

"Saya membiarkan ban kapten tetap di lengannya karena anda tidak ingin kehilangan pemain penting jika anda mengambilnya di tengah-tengah pramusim. Pemimpin terbesar dalam tim adalah kiper Samir Handanovic."

"Meski demikian, saya tidak pernah memiliki masalah dengan Icardi, dia selalu memainkan perannya yang penting. Saya menyukainya sebagai pemain karena sejak dari sesi latihan pertama, anda bisa melihat kemampuannya, dia mencetak gol dari setiap sudut dengan kecepatan eksekusi yang bagus."

"Dia mencetak 109 gol dalam 187 pertandingan. Dia juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak Serie A sebanyak dua kali dalam empat tahun terakhir. Semua itu menceritakan bagaimana kehebatannya."



Close Ads X