Banyak Sponsor yang Mengira Asian Para Games Sama dengan Asian Games

Kompas.com - 02/10/2018, 19:15 WIB
Logo Asian Para Games 2018. DOK. INAPGOCLogo Asian Para Games 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian besar pihak yang menjadi sponsor Asian Para Games 2018 sempat mengira ajang tersebut sama dengan Asian Games. Pihak Indonesia Asian Para Games Organizing Committe ( Inapgoc) harus memberikan penjelasan bahwa keduanya merupakan ajang yang berbeda.

Revenue and Sponsor Director Inapgoc Hasinah Hakim menjelaskan, divisi untuk sponsorship Asian Para Games 2018 baru dibentuk pada April. Menurut Hasinah, pada awalnya mereka kesulitan mencari sponsor karena banyak yang ingin fokus lebih dulu di Asian Games.

"Kalau kami datang mengajukan bantuan, (kata mereka) 'lho kan udah'. Mereka berpikir Asian Games sama dengan Asian Para Games," ujar Hasinah saat ditemui usai acara penandatangan kerja sama antara Inapgoc dan para sponsor di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Baca juga: Kesempatan Pengajuan Sponsor Asian Para Games 2018 Masih Terbuka

Dua paralympian renang Indonesia sedang bersiap untuk melakukan latihan di Kolam Renang Tirta Bhirawa Yudha KOPASSUS, Jumat (28/9/2018).HANIEF SYAFI/KOMPAS.com Dua paralympian renang Indonesia sedang bersiap untuk melakukan latihan di Kolam Renang Tirta Bhirawa Yudha KOPASSUS, Jumat (28/9/2018).

Asian Games adalah ajang multievent negara-negara se-Asia yang digelar empat tahun sekali. Penyelenggaraan terakhir dihelat di Jakarta-Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Sementara itu, Asian Para Games adalah multievent negara-negara se-Asia khusus untuk atlet disabilitas. Negara tuan rumah memang selalu sama dengan Asian Games. Rentang pelaksanaan juga setiap empat tahun. Namun waktunya berbeda.

Asian Para Games tercatat sudah berlangsung dua kali, masing-masing di Guangzhou, China pada 2010 dan Incheon, Korea Selatan pada 2014. Penyelenggaraannya yang ketiga akan dihelat di Jakarta pada 6-13 Oktober mendatang.

Baca juga: Atlet Asian Para Games 2018 Mulai Jalani Klasifikasi

"Jadi kami harus memberikan knowledges pada mereka (pihak sponsor) bahwa kami berbeda," ujar Hasinah.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Sanksi Pasca-Kematian Haringga

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X