Tewasnya Suporter, Saat Sepak Bola Sekadar Industri hingga Rivalitas Salah Kaprah

Kompas.com - 25/09/2018, 13:19 WIB
Pesepak bola Indonesia U-16 Mochammad Supriadi (kanan) berusaha melewati penjaga gawang Filipina U-16 Franc John Delos dalam laga penyisihan grup A Piala AFF U-16 di Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (29/7/2018). Indonesia menang atas Filipina dengan skor 8-0. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUPesepak bola Indonesia U-16 Mochammad Supriadi (kanan) berusaha melewati penjaga gawang Filipina U-16 Franc John Delos dalam laga penyisihan grup A Piala AFF U-16 di Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (29/7/2018). Indonesia menang atas Filipina dengan skor 8-0.


JAKARTA, KOMPAS.com – Fanatisme pendukung sepak bola yang melahirkan kebencian terhadap pendukung klub lain kembali menimbulkan korban jiwa.

Kali ini terjadi pada Haringga Sirla (23), suporter klub Persija Jakarta yang tewas dikeroyok menjelang pertandingan klub kesayangannya melawan Persib Bandung di Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat pada Minggu (23/9/2018).

Kejadian ini sontak menyita perhatian dan mengundang keprihatinan berbagai pihak. Bukan hanya sesama pendukung Persija Jakarta yang berduka, tetapi juga masyarakat Indonesia.

Banyak pihak yang menyayangkan mengapa dunia persepakbolaan Indonesia masih saja dikotori oleh ulah suporter yang brutal dan biadab.

Sepak bola yang seharusnya menjadi ajang pertandingan yang menghibur dan mengajarkan sportivitas, justru menjadi ajang kekerasan bahkan pembunuhan oleh sejumlah oknum penontonnya.

Baca juga: Jejak Rivalitas Sepak Bola Indonesia di Mata Suporter

Sebuah industri

Menurut pengamat olahraga, Rayana Djakasurya, persepakbolaan di Indonesia tak ubahnya sebuah industri yang hanya berorientasi pada uang semata. Sepak bola sebagai olahraga yang menjunjung nilai sportivitas dan kemanusiaan kini sulit ditemui.

"Dalam pertandingan sepak bola, yang pertama masuk ke stadion adalah penegak hakim garis, wasit. Kedua, dia membawa anak-anak kecil, dipegang. Itu lambang, sepak bola adalah permainan yang diatur dan akan diturunkan kepada generasi di bawahnya," ujar Rayana saat dihubungi Kompas.com Senin (24/9/2018) malam.

Ia mencontohkan sepak bola di luar negeri, walaupun tanpa penonton, pertandingan dapat tetap berjalan. Sementara di Indonesia, keberadaan penonton menjadi sesuatu yang dipandang sangat penting karena bernilai ekonomi.

Rayana pun menyesalkan orientasi ekonomi itu menyebabkan dunia sepak bola di Indonesia sulit sekali mengatur perilaku suporter.  Misalnya, menurut dia, saat insiden di Malang, pelatih Persib terkena lemparan hingga kepalanya berdarah-darah. Namun tidak ada tindakan tegas dari PSSI.

"Mestinya Komisi Disiplin dari PSSI melakukan tindakan atau menyetop tidak boleh dua kali pertandingan, tidak bermain atau di tempat netral di mana, itu harus dilakukan," ucap Rayana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jim Croque, Pemain Muda Keturunan Indonesia yang Meniti Karier di Eropa

Jim Croque, Pemain Muda Keturunan Indonesia yang Meniti Karier di Eropa

Liga Indonesia
Setelah Jalani Tes, Keluarga Paulo Dybala Dinyatakan Negatif Covid-19

Setelah Jalani Tes, Keluarga Paulo Dybala Dinyatakan Negatif Covid-19

Liga Italia
Legenda AC Milan Apresiasi Kinerja Tim Medis yang Tangani Kasus Corona

Legenda AC Milan Apresiasi Kinerja Tim Medis yang Tangani Kasus Corona

Liga Italia
Spasojevic Ungkap Sisi Positif Penundaan Liga Terkait Pandemi Covid-19

Spasojevic Ungkap Sisi Positif Penundaan Liga Terkait Pandemi Covid-19

Liga Indonesia
Pebalap Berusia Setengah Abad Ini Jadi Musuh Impian Valentino Rossi

Pebalap Berusia Setengah Abad Ini Jadi Musuh Impian Valentino Rossi

Motogp
Solksjaer Mengenali David De Gea Hanya dengan Senyumannya

Solksjaer Mengenali David De Gea Hanya dengan Senyumannya

Sports
Pahlawan Turki di Piala Dunia 2002 Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Covid-19

Pahlawan Turki di Piala Dunia 2002 Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Covid-19

Sports
Soal Keputusan Pemotongan Gaji Pemain, PSSI Kembali Ditentang

Soal Keputusan Pemotongan Gaji Pemain, PSSI Kembali Ditentang

Liga Indonesia
Link Live Streaming MotoGP Virtual Race, Mulai Pukul 20.00 WIB

Link Live Streaming MotoGP Virtual Race, Mulai Pukul 20.00 WIB

Motogp
Kata Pelatih Persebaya Surabaya soal Penangguhan Shopee Liga 1 2020

Kata Pelatih Persebaya Surabaya soal Penangguhan Shopee Liga 1 2020

Liga Indonesia
Rutinitas Kiper Barcelona Saat Masa Karantina, Baca Buku hingga Masak

Rutinitas Kiper Barcelona Saat Masa Karantina, Baca Buku hingga Masak

Liga Spanyol
Luis Enrique Sungkan Ajari Messi dalam Latihan Barcelona

Luis Enrique Sungkan Ajari Messi dalam Latihan Barcelona

Liga Spanyol
Pelatih Timnas Spanyol Nilai Iniesta Dekati Level Messi daripada Ronaldo

Pelatih Timnas Spanyol Nilai Iniesta Dekati Level Messi daripada Ronaldo

Internasional
Bek Persib Prihatin dengan Keadaan Dunia yang Kacau akibat Virus Corona

Bek Persib Prihatin dengan Keadaan Dunia yang Kacau akibat Virus Corona

Liga Indonesia
Di Tengah Pandemi Covid-19, Penyerang Persikabo Usir Kejenuhan dengan Memasak

Di Tengah Pandemi Covid-19, Penyerang Persikabo Usir Kejenuhan dengan Memasak

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X