Gede Widiade Berharap Tragedi Haringga Sirla Jadi Pelajaran Bersama

Kompas.com - 24/09/2018, 15:49 WIB
Ungkapan duka cita disampaikan berbagai pihak atas kematian suporter sepak bola di Bandung, Jawa Barat, karena dikeroyok sejumlah orang jelang laga Persib kontra Persija. Twitter PSSIUngkapan duka cita disampaikan berbagai pihak atas kematian suporter sepak bola di Bandung, Jawa Barat, karena dikeroyok sejumlah orang jelang laga Persib kontra Persija.

KOMPAS.com – Tragedi yang menimpa salah seorang anggota The Jakmania, Haringga Sirla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018), menyisakan duka serta empati dunia sepak bola Indonesia.

Direktur Utama Persija, Dede Widiade berharap ini adalah insiden  terakhir dan menjadi sebuah pelajaran bagi seluruh suporter di Indonesia. 

“Saya sangat menyesalkan kejadian itu. Tidak hanya saya, tapi semua pasti tidak menginginkan hal itu sampai terjadi,” ujar Gede Widiade saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/9/2018).

Gede Widiade percaya kepolisian maupun Panpel Persib telah melakukan hal terbaik untuk mengamankan jalannya pertandingan.

Baca juga: Polisi: Berhenti Sebarkan Video Pengeroyokan Suporter Persija!

“Saya yakin Panpel dan pihak kepolisian sudah berusaha menjalankan tugasnya dengan optimal, sebab H-1 sebelum pertandingan kami sudah melakukan koordinasi,” ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini kejadian yang sama-sama tidak kita harapkan, semoga ada hikmah bagi seluruh suporter di Indonesia dengan kejadian ini. Tidak hanya bagi suporter Persib dan Persija saja, tapi seluruh Indonesia,” kata Gede Widiade.

Ia juga mengapresiasi tindakan aparat kepolisian yang dengan cepat meringkus terduga pelaku pengeroyokan Haringga.

Baca juga: Polri Minta Suporter Persib dan Persija Menahan Diri

 

Gede juga sepakat dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Saya tahu kepolisian sudah melakukan pengamanan sesuai protap, dengan sebanyak 4.000 personel sudah berjaga sejak pagi hari,” tutur dia.

“Saya pun sepakat dengan ucapan Pak Anies dan Pak Emil, jika kejadian itu bukan lagi bagian dari sepakbola, tapi sudah kriminalitas. Kalau sudah namanya kriminalitas, biar hukum yang berlaku. Saya berharap pelaku yang terbukti nantinya, dituntut seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku, agar menjadi shock terapy dan pelajaran,” kata Gede Widiade.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.