Koordinator Relawan Asian Para Games 2018 Lakukan Simulasi di Venue - Kompas.com

Koordinator Relawan Asian Para Games 2018 Lakukan Simulasi di Venue

Kompas.com - 14/09/2018, 17:00 WIB
Wakil Ketua Umum I panitia penyelenggara Asian Para Games 2018, Sylviana Murni seusai memberikan pemaparan tentang Asian Para Games 2018 di Ruang Pola, Kantor Walikota Jakarta Barat, Kamis (13/9/2018).KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA Wakil Ketua Umum I panitia penyelenggara Asian Para Games 2018, Sylviana Murni seusai memberikan pemaparan tentang Asian Para Games 2018 di Ruang Pola, Kantor Walikota Jakarta Barat, Kamis (13/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 ( Inapgoc) menggelar simulasi pendampingan penyandang disabilitas kepada koordinator relawan. Itu dilakukan pada hari terakhir pelatihan, Kamis (13/9/2018).

Simulasi ini dilakukan agar para koordinator relawan memahami dan dapat mempraktikkan secara tepat cara pendampingan penyandang disabilitas netra, rungu, daksa, grahita dan mental.

Lewat kegiatan ini juga, para relawan koordinator diberikan pemahaman mengenai tantangan, diskriminasi, dan stigmatisasi yang dialami penyandang disabilitas.

Pelatihan ini juga menjadi cara Inapgoc agar para relawan membantu mewujudkan target sukses yang telah ditetapkan.

“ToT (Training of Trainers) volunteer ini sangat penting karena kami harus memberikan pelayanan khusus yang optimal bagi para atlet, ofisial, dan penonton Asian Para Games 2018. Kami tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu menjadi negara ramah disabilitas dan siap untuk menjadi tuan rumah event-event skala internasional berikutnya,” ujar wakil ketua umum Inapgoc Sylviana Murni.

Pelatihan pendampingan penyandang disabilitas ini dilaksanakan di beberapa arena pertandingan Asian Para Games 2018, di antaranya Gelora Bung Karno, Jakarta International Velodrome, Kelapa Gading Club, dan GOR Tanjung Priok.

Pelatihan yang berlangsung 11 hingga 13 September ini juga memberikan pemahaman baru mengenai konsep disabilitas, bagaimana mengidentifikasi hambatan, dan juga bagaimana cara berinteraksi yang beretika dengan para penyandang disabilitas.

"Pelayanan yang baik, keramahan, kenyamanan dan keamanan bagi para atlet penyandang disabilitas sangat penting. Apalagi ini merupakan kegiatan di tingkat Asia," ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Seluruh mata memandang ke Indonesia dan akan melihat bagaimana kita memberikan penghormatan yang bermartabat dan kesetaraan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam Asian Para Games Tahun 2018 ini."

Kementerian Sosial mengawal penuh upaya untuk mendorong kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games yang ramah disabilitas. Bidang tugas Kementerian Sosial memberikan pelatihan kepada koordinator volunteer Asian Para Games dan memfasilitasi penyediaan transportasi yang memenuhi persyaratan aksesibilitas untuk peserta Asian Para Games.

Asian Para Games 2018 akan melibatkan 7.500 relawan yang merupakan hasil seleksi dari 17.500 pendaftar. Seluruh relawan akan mulai mengikuti pelatihan pada tanggal 15 September 2018.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X