Goyang Dayung Jokowi sebagai Kegiatan Gerak Badan Alternatif - Kompas.com

Goyang Dayung Jokowi sebagai Kegiatan Gerak Badan Alternatif

Kompas.com - 09/09/2018, 16:40 WIB
BMP) kembali mengajak masyarakat ikut bergoyang Senam Sehat Goyang Dayung Jokowi. Kali ini, BMP mendatangi warga di Pasar Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (09/09/2018) pagi.
BMP) kembali mengajak masyarakat ikut bergoyang Senam Sehat Goyang Dayung Jokowi. Kali ini, BMP mendatangi warga di Pasar Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (09/09/2018) pagi.

JAKARTA, Kompas.com — Bunda Merah Putih (BMP) kembali mengajak masyarakat ikut bergoyang Senam Sehat "Goyang Dayung Jokowi". Kali ini, BMP mendatangi warga di Pasar Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018) pagi.

Hal tersebut dilakukan seusai berbelanja dan beraudiensi dengan para pedagang, pembeli, hingga juru parkir. Senam yang dipertandingkan dalam ajang internasional, salah satunya Asian Games 2018, diyakini mampu memperbaiki fungsi eksekutif otak sebagai salah satu fungsi kognisi tertinggi manusia.

Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa olahraga yang teratur terbukti bermanfaat bagi tubuh karena dapat memperlancar sistem peredaran darah, menghalau perkembangan virus penginfeksi penyakit, hingga menurunkan risiko terkena obesitas.

Karena itu, BMP menyarankan Senam Sehat "Goyang Dayung Jokowi", yang lebih ringan, namun tetap optimal dalam menjaga kebugaran daripada nyinyir dan berfikiran negatif yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Dalam kesempatan itu, Bunda Merah Putih juga memaparkan jika menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah, namun tidak lantas berdampak serius terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Di antaranya, harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional yang ternyata masih stabil. Harga komoditas sembako, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, garam, telur, dan daging, tidak mengalami kenaikan harga. Beberapa bahkan mengalami penurunan.

Hal tersebut juga dibuktikan BMP saat membelanjakan uang Rp 100.000 ke Pasar Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018) pagi. "Setiap bunda berbelanja untum berbagai menu yang akan dimasak di rumah. Sangat banyak belanjaan yang kami dapatkan dengan uang 100 ribu per orang sudah bisa mendapatkan beras, minyak goreng, ayam/daging/ikan, sayur, bumbu-bumbu dapur, tahu, tempe dan telur, bahkan juga masih ada kembalinya. Kami sangat bersyukur sebab ini membuktikan ekonomi kita masih membaik," ujar Ketua Umum BMP Angela Brigita di lokasi kepada para awak media.

Hal tersebut sekaligus upaya BMP dalam menepis kritik soal pelemahan rupiah yang disampaikan calon wakil presiden Sandiaga Uno lewat cerita uang Rp 100.000 yang hanya dapat dipakai untuk berbelanja bawang dan cabai. Cerita tersebut belakangan menjadi viral di sejumlah media sosial. Karena itu, BMP kemudian berusaha membuktikan ucapan Sandiaga dengan berbelanja di pasar tradisional hanya dengan uang Rp 100.000.

"Harga cabai sudah kami buktikan Rp 40.000 per kg, daun bawang untuk konsumsi dua minggu hanya Rp 20.000, total Rp 60.000. Ini semua lebih dari cukup untuk konsumsi rumah tangga beberapa minggu. Kalau Rp 100.000 dimanfaatkan hanya untuk membeli cabai dan daun bawang, saya curiga mungkin pembelinya sedang buka restaurant," terang Pembina BMP Triana Dewi Seroja.

"Tidak semua masyarakat menggeluh, banyak yang tetap positif dan optimistis serta terus berusaha dan bekerja nyata tanpa membesar-besarkan masalah dan cenderungan hoaks," tutupnya.



Close Ads X