Kompas.com - 02/08/2018, 17:31 WIB
Sejumlah maskot dan logo Asian Games 2018  menghiasi Terminal 3 Bandara SOekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (5/07/2018). PT Angkasa Pura AP (II) selaku pengelola bandara menyatakan siap memfasilitasi kedatangan dan kepulangan peserta Asian Games 2018 dengan menyiapkan sarana dan prasarana di tiga bandara yakni Bandara Soekarno Hatta, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dan Husein Sastranegara Bandung. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBSejumlah maskot dan logo Asian Games 2018 menghiasi Terminal 3 Bandara SOekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (5/07/2018). PT Angkasa Pura AP (II) selaku pengelola bandara menyatakan siap memfasilitasi kedatangan dan kepulangan peserta Asian Games 2018 dengan menyiapkan sarana dan prasarana di tiga bandara yakni Bandara Soekarno Hatta, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dan Husein Sastranegara Bandung.

KOMPAS.com - Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) optimistis tim angkat besi Indonesia akan mencetak sejarah dengan meraih medali emas pada Asian Games 2018.

Indonesia menurunkan lifter terbaik dalam pesta olahraga antarnegara Asia tersebut. Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Djoko Pramono selaku Wakil Ketua Umum PB PABBSI yakin timnya mampu mencapai target.

"Secara realistis, saya yain bisa meraih emas. Beberapa atlet sudah melampaui batas-batas prestasi tingkat Asia. Tinggal kami mencoba memaksimalkan yang lain untuk menambah perolehan medali," ujar Djoko ketika ditemui di Jakarta pada Mei lalu.

Baca Juga: Respons PSSI soal Masalah Kostum Timnas Indonesia di Asian Games 2018

Keyakinan ini dilihat dari hasil pemantauan atlet selama di pelantas yang mengalami peningkatan secara cukup signifikan.

Sebagai contoh, lifter putri Sri Wahyuni yang akrab disapa Yuni dalam tes progres latihan April berhasil menembus jumlah angkatan total 200 kg (snatch 88 kg, clean and jerk 112 kg).

Hasil tersebut melewati pencapaian rekor pribadinya saat ia meraih medali perak Olimpiade 2016, yaitu angkatan total 192 kg (snatch 85 kg, clean and jerk 107 kg).

Dengan hasil ini juga, Yuni mampu melewati pencapaian Yelisseyeva Margarita asal Kazakhstan, peraih medali emas Asian Games 2014 dengan jumlah angkatan total 194 kg (snatch 88 kg, clean and jerk 106 kg).

Pelatih kepala tim angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja, berpendapat bahwa pencapaian saat Asian Games menjadi kunci penampilan pada Olimpiade 2020 nanti.

"Saya yakin suksesnya tim angkat besi di Asian Games dapat menjadi kunci penampilan selanjutnya di Olimpiade Tokyo 2020," ujarnya.

Sepanjang keikutsertaan dalam Asian Games sejak 1962, tim angkat besi Indonesia belum pernah membawa pulang medali emas. Indonesia baru mampu mengumpulkan 7 perak dan 15 perunggu.

PB PABBSI ingin sekali memanfaatkan Asian Games kali ini sebagai momentum tim angkat besi Indonesia meraih emas perdana. Cabor angkat besi dijadwalkanakan bertanding pada 20-27 Agustus 2018 di Hall A JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X