Ibrahimovic: Jika Datang 10 Tahun Lebih Awal, Saya Jadi Presiden AS

Kompas.com - 23/07/2018, 08:27 WIB
Emmanuel Boateng dan Ashley Cole merayakan gol penyama kedudukan LA Galaxy ke gawang Los Angeles FC yang dicetak oleh  Zlatan Ibrahimovic pada laga MLS di StarHub Center, Los Angeles, pada 31 Maret 2018. AFP/MARK RALSTON Emmanuel Boateng dan Ashley Cole merayakan gol penyama kedudukan LA Galaxy ke gawang Los Angeles FC yang dicetak oleh Zlatan Ibrahimovic pada laga MLS di StarHub Center, Los Angeles, pada 31 Maret 2018.

KOMPAS.com - Mantan pemain Manchester United yang kini bergabung dengan klub MLS (Liga Amerika Serikat) LA Galaxy, Zlatan Ibrahimovic, mengatakan bahwa dia akan menjadi Presiden Amerika Serikat jika datang ke sana 10 tahun lebih awal.

Ibrahimovic melanjutkan karier profesionalnya sebagai pemain sepak bola di Amerika Serikat untuk bergabung bersama LA Galaxy pada Maret 2018.

Sebelumnya, Ibrahimovic menjalani kariernya bersama tim-tim besar Eropa, dari Ajax Amsterdam, Barcelona, hingga Manchester United.

Kedatangannya di Liga Amerika Serikat atau sering disebut MLS memberi dampak signifikan terhadap budaya sepak bola Negeri Paman Sam.

Baca juga: Petuah Zlatan Ibrahimovic untuk Wayne Rooney di MLS

Meskipun sudah tidak muda lagi, Ibrahimovic tetap mampu membuktikan bahwa dia adalah penyerang tajam.

Eks pilar timnas Swedia ini telah mengemas 12 gol dalam 15 laga pertamanya di MLS dan turut menyumbangkan dua assist.

Ketika ditanya Sky Sports tentang bagaimana dia berhasil mengubah budaya sepak bola Amerika Serikat, Ibra menjawab, "Saya tidak tahu kalau saya telah mengubahnya. Saya hanya melakukan pekerjaan saya. Mereka (warga Amerika) beruntung saya tidak ke sini 10 tahun lalu karena jika demikian saya sudah menjadi presiden hari ini," ujarnya.

Tampaknya pernyataan Ibra itu hanya candaan, mengingat calon presiden Amerika itu harus lahir di Amerika atau teritori Amerika di luar negeri.

Baca juga: Kalah Bertaruh dengan Beckham, Ibrahimovic Siap Pakai Kostum Inggris

Pemain 36 tahun ini menjadi pencetak gol terbanyak sementara MLS.

Pemain Atlanta, Josef Martinez, membuntuti di belakang dengan torehan 10 gol, tetapi Martinez mempunyai tujuh pertandingan lebih sedikit. (Tomy Kartika)




Close Ads X