Dapat Perlakuan Rasialis, Mesut Oezil Pensiun dari Timnas Jerman

Kompas.com - 23/07/2018, 06:30 WIB
Mesut Oezil dan Marco Reus tampak kecewa seusai peluang Jerman gagal menjebol gawang Korea Selatan pada pertandingan di Kazan Arena, 27 Juni 2018. AFP/LUIS ACOSTAMesut Oezil dan Marco Reus tampak kecewa seusai peluang Jerman gagal menjebol gawang Korea Selatan pada pertandingan di Kazan Arena, 27 Juni 2018.

KOMPAS.com — Gelandang timnas Jerman, Mesut Oezil, memutuskan pensiun dari gelanggang internasional, Minggu (22/7/2018).

"Dengan berat hati dan melalui sejumlah pertimbangan, saya tak lagi mau mengenakan kostum timnas Jerman," kata Mesut Oezil dalam surat terbuka yang diunggah via media sosial pribadinya, Minggu (22/7/2018).

Sejumlah kekecewaan yang didapatkannya dalam beberapa bulan terakhir menjadi dasar putusan Oezil mundur dari sepak bola internasional. Hal paling disorot Oezil adalah sikap Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel.

Baca juga: Oezil dan Guendogan Bertemu dengan Presiden Turki Erdogan

"Setelah foto bersama Presiden (Recep Tayyip) Erdogan muncul, Pelatih (timnas Jerman) Joachim Loew meminta saya memangkas waktu libur dan langsung ke Berlin untuk memberikan pernyataan soal kejadian tersebut," tulis Oezil.

Setelah foto tersebut, sejumlah politikus Jerman mempertanyakan loyalitas Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan—yang juga berfoto bersama—terhadap nilai-nilai demokrasi. Apalagi, Pemerintah Jerman kerap mengkritik kebijakan Erdogan.

Penampilan buruk timnas Jerman di Piala Dunia 2018 semakin membuat posisi Oezil terpojok. Performa labilnya membuat dia jadi kambing hitam kegagalan Jerman di fase grup, prestasi terburuk negara tersebut sejak Piala Dunia 1938.

"Perlakuan dari DFB dan pihak lain telah membuat saya memutuskan untuk tidak lagi ingin berkostum timnas Jerman," tutur Oezil.

"Putusan ini sangat berat, tetapi saya mendapatkan perlakuan rasialis dan diskriminasi."

Baca juga : 3 Peran yang Mungkin Akan Dimainkan Cristiano Ronaldo bersama Juventus

"Saya mengenakan kostum timnas Jerman karena kebanggaan dan antuasiasme, tetapi kini tidak lagi karena petinggi DFB tidak menghormati asal usul saya dari Turki dan malah mengaitkannya ke sisi politis."

"Saya tak mau diam saja. Bagaimanapun, rasialisme tak seharusnya ada dan tak bisa diterima," tulis Oezil dalam penutup surat terbukanya.

Mesut Oezil melakoni debut bersama timnas Jerman pada 2009. Hingga Piala Dunia 2018, telah tampil 92 kali dan mencetak 23 gol.

Pemain kelahiran 15 Oktober 1988 itu juga mempersembahkan trofi juara pada Piala Dunia 2014. Sebelumnya, dia juga berjasa mengantarkan timnas Jerman menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2009.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Galatasaray Vs Real Madrid, Nasib Zidane di Kursi Kepelatihan

Galatasaray Vs Real Madrid, Nasib Zidane di Kursi Kepelatihan

Liga Champions
Tangis Haru Hafidzah Usai Menang dan Raih Super Tiket Audisi ke Kudus

Tangis Haru Hafidzah Usai Menang dan Raih Super Tiket Audisi ke Kudus

Olahraga
Kapolda Jabar Belum Bisa Pastikan Beri Rekomendasi Izin Laga Persib Vs Persija Digelar di Bandung

Kapolda Jabar Belum Bisa Pastikan Beri Rekomendasi Izin Laga Persib Vs Persija Digelar di Bandung

Liga Indonesia
Tottenham Hotspur Vs Red Star Belgrade, Gertakan Tim Tamu

Tottenham Hotspur Vs Red Star Belgrade, Gertakan Tim Tamu

Liga Champions
Galatasaray Vs Real Madrid, Zidane Tak Mau Pikirkan Isu Pemecatan

Galatasaray Vs Real Madrid, Zidane Tak Mau Pikirkan Isu Pemecatan

Liga Champions
Aneka Rekor Unik yang Tercipta Saat Penyisihan Grup Liga Champions

Aneka Rekor Unik yang Tercipta Saat Penyisihan Grup Liga Champions

Liga Champions
Juventus Vs Lokomotiv Moskwa, Ronaldo Tak Bisa Dihentikan

Juventus Vs Lokomotiv Moskwa, Ronaldo Tak Bisa Dihentikan

Liga Champions
Tottenham Vs Red Star, Spurs Diminta Bangkit Usai Dihancurkan Bayern

Tottenham Vs Red Star, Spurs Diminta Bangkit Usai Dihancurkan Bayern

Liga Champions
Juventus Vs Lokomotiv, Ronaldo Belum Berpikir untuk Pensiun

Juventus Vs Lokomotiv, Ronaldo Belum Berpikir untuk Pensiun

Liga Champions
Galatasaray Vs Real Madrid, Para Pemain Siap Bela Zidane sampai Mati

Galatasaray Vs Real Madrid, Para Pemain Siap Bela Zidane sampai Mati

Liga Champions
Daftar Peringkat Pebulu Tangkis Indonesia Setelah Denmark Open 2019

Daftar Peringkat Pebulu Tangkis Indonesia Setelah Denmark Open 2019

Olahraga
Bhayangkara Vs Persib, Robert Isyaratkan Rotasi dan Mewaspadai Kekuatan Baru Lawan

Bhayangkara Vs Persib, Robert Isyaratkan Rotasi dan Mewaspadai Kekuatan Baru Lawan

Liga Indonesia
Barito Putera Vs PSIS, Djanur Antisipasi Kejutan Mahesa Jenar yang Bidik 3 Poin

Barito Putera Vs PSIS, Djanur Antisipasi Kejutan Mahesa Jenar yang Bidik 3 Poin

Liga Indonesia
Zidane Ogah Kembali Rekrut Pemain seperti Eden Hazard

Zidane Ogah Kembali Rekrut Pemain seperti Eden Hazard

Liga Spanyol
Jelang Ajax Vs Chelsea, Pulisic Bahagia Kembali Dipercaya Lampard

Jelang Ajax Vs Chelsea, Pulisic Bahagia Kembali Dipercaya Lampard

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X