Kompas.com - 22/06/2018, 12:14 WIB
Bek Kroasia, Domagoj Vida (kiri), berebut bola dengan striker Argentina, Lionel Messi, dalam pertandingan penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, Kamis (21/8/2018). Johannes EISELE/AFPBek Kroasia, Domagoj Vida (kiri), berebut bola dengan striker Argentina, Lionel Messi, dalam pertandingan penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, Kamis (21/8/2018).

 

NOVGOROD, KOMPAS.com - Pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli menganggap kekalahan dari Kroasia disebabkan para pemainnya tidak mampu membantu Lionel Messi mengeluarkan kemampuan terbaik.

Argentina harus menanggung malu seusai kalah telak 0-3 dari timnas Kroasia pada laga penyisihan grup D Piala Dunia di Stadion Nizhny Novgorod, Kamis (21/6/2018) atau Jumat dinihari WIB.

Argentina sebenarnya tampil sangat mendominasi dengan persentase penguasaan bola sebesar 58 persen. Namun, hal tersebut ternyata tidak mampu membuat Argentina memiliki peluang lebih banyak dari Kroasia.

Selain itu, megabintang timnas Argentina, Lionel Messi, juga sama sekali tidak pernah bisa mengancam pertahanan Kroasia.

Bahkan, Messi sempat terisolasi pada babak kedua dengan hanya 20 kali menyentuh bola atau terkecil kedua dari para pemain Argentina setelah Sergio Aguero (7 sentuhan).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca Juga: Argentina Vs Kroasia - Sergio Aguero Menghilang pada Babak Pertama

Menurut Sampaoli, minimnya kontribusi Messi disebabkan oleh para pemain lain yang gagal melayani Messi.

"Dia adalah kapten, memimpin tim, dan kami tidak bisa memberi bantuan kepadanya demi menghadirkan situasi yang biasa dia lakukan," ucap Jorge Sampaoli seperti dikutip BolaSport.com dari BBC.

"Kami telah bekerja keras untuk memberinya bola, tetapi lawan juga bekerja keras untuk mencegahnya mendapatkan bola. Kami telah kalah dalam pertempuran itu," tutur Sampaoli menambahlkan.

Hasil ini juga membuat timnas Argentina harus merasakan kekalahan terbesar di fase grup Piala Dunia dalam kurun waktu 60 tahun terakhir.

Kekalahan terbesar timnas Argentina sebelumnya di fase grup terjadi pada Piala Dunia 1958 saat hancur di tangan Cekoslovakia dengan skor 1-6.

Kini nasib timnas Argentina akan ditentukan di laga pamungkas Grup D menghadapi Nigeria di Stadion Saint-Petersburg, Selasa (26/6/2018) atau Rabu dini hari WIB.

Selain itu, lolos atau tidaknya timnas Argentina dari Grup D ini juga bakal ditentukan oleh hasil laga antara Islandia menghadapi Nigeria dan Kroasia. (Verdi Hendrawan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.