Dokter Gigi, Buruh Pabrik Garam, dan Sutradara di Timnas Islandia

Kompas.com - 21/06/2018, 15:46 WIB
Pelatih Islandia Heimir Hallgrimsson bereaksi  saat pertandingan Argentina melawan Islandia pada laga penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Otkrytiye Arena, Sabtu (16/6/2018). Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1 BOLA/HERKA YANIS PANGARIBOWOPelatih Islandia Heimir Hallgrimsson bereaksi saat pertandingan Argentina melawan Islandia pada laga penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Otkrytiye Arena, Sabtu (16/6/2018). Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1

KOMPAS.com - Timnas Islandia membuat kejutan dengan menahan timnas Argentina pada laga pertama Piala Dunia 2018, Sabtu (16/6/2018).

Menahan imbang Argentina sama mengejutkannya dengan ketika Islandia menghentikan laju timnas Inggris pada Piala Eropa 2016 lalu.

"Inggris kalah oleh negara yang tim nasionalnya dilatih oleh seorang dokter gigi." Demikian sejumlah tema pemberitaan beberapa media terkait kekalahan mengejutkan Inggris itu.

Heimir Hallgrímsson merupakan asisten pelatih Lars Lagerback saat Islandia membuat kejutan pada Piala Eropa 2016. Kini, Hallgrímsson yang juga seorang dokter gigi naik pangkat menjadi pelatih kepala.

Baca juga: VAR di Piala Dunia 2018 Sebabkan Satu Korban, Staf Timnas Iran Dilarikan ke Rumah Sakit

Sang pelatih bukanlah satu-satunya anggota skuad Islandia di Piala Dunia 2018 yang mempunya profesi sambilan. Beberapa pemain lain juga demikian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut adalah beberapa anggota skuad Islandia pada Piala Dunia 2018 yang punya profesi sambilan:

Pelatih Heimir Hallgrímsson (Dokter gigi)

Pada saat jumpa pers jelang pertandingan melawan Argentina, Heimir Hallgrímsson memberikan pernyataan tegas sebelum wartawan mengajukan pertanyaan.

"Simpan pertanyaan Anda. Saya tegaskan bahwa saya adalah seorang dokter gigi dan takkan mau melepas pekerjaan tersebut," ucapnya seperti dilansir dari situs web resmi FIFA.

Hallgrímsson punya klinik gigi di kota kelahirannya, Vestmannaeyjar. Karena melatih timnas tak serutin menangani klub, dia bisa menjalani profesi sesuai bidang keilmuannya.

Pada wawancara 2016, dia mengatakan bahwa profesi sebagai pelatih sepak bola tidak selalu aman. Karena itulah, dia tetap menjalani profesi sebagai dokter gigi.

Gelandang Argentina, Maximiliano Meza,  mengontrol bola di hadapan kiper Islandia, Hannes Halldorsson, pada pertandingan Piala Dunia 2018, 16 Juni 2018. AFP/FRANCISCO LEONG Gelandang Argentina, Maximiliano Meza, mengontrol bola di hadapan kiper Islandia, Hannes Halldorsson, pada pertandingan Piala Dunia 2018, 16 Juni 2018.

Kiper Hanners Halldorsson (Sutradara)

Kegagalan penalti Lionel Messi tak lepas aksi Hanners Halldorsson yang menahan tendangannya. Kiper timnas Islandia itu punya profesi sampingan sebagai sutradara.

Salah satu karya terbaru dari kiper 34 tahun itu adalah video iklan minuman yang sekaligus menjadi promosi sepak bola Islandia. Profesi tersebut digelutinya sejak SMA.

"Karier saya tidak selalu berkembang seperti halnya setiap pesepak bola dunia. Selama sembilan tahun pekerjaan utama saya adalah membuat film," ujar kiper kelahiran Reykjavik ini kepada FourFourTwo.

Baca juga: Kiper Penahan Tendangan Penalti Messi Ternyata Seorang Sutradara

Bek Birkir Mar Saevarsson (Buruh pabrik garam)

Selain sang kiper, bek Birkir Mar Saevarsson juga punya andil besar pada keberhasilan timnas Islandia menahan timans Argentina. Saevarsson-lah yang membuat Messi mati kutu sepanjang pertandingan.

Pemain klub semiprofesional Valur berusia 33 tahun itu merupakan buruk di pabrik garam. Pekerjaan itu dilakoninya bersamaan dengan menjadi pesepak bola.

"Bekerja seperti itu adalah hal normal bagi orang Islandia. Bahkan, lebih normal bekerja sebagai karyawan ketimbang tampil di Piala Dunia," ujarnya kepada AP, jelang Piala Dunia 2018.

"Saya tak mau menjadi pemalas. Sebuah kebosanan jika hanya duduk-duduk saja sepanjang hari," tuturnya menambahkan.

Birkir Mar Sigurosson (kanan) mengawal Jesus Gallardo  saat Islandia beruji coba dengan Meksiko di Santa Clara, 23 Maret 2018. AFP Birkir Mar Sigurosson (kanan) mengawal Jesus Gallardo saat Islandia beruji coba dengan Meksiko di Santa Clara, 23 Maret 2018.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.