Guardiola Bantah Tuduhan Yaya Toure soal Perilaku Rasialis - Kompas.com

Guardiola Bantah Tuduhan Yaya Toure soal Perilaku Rasialis

Kompas.com - 11/06/2018, 03:03 WIB
Ekspresi lesu Pep Guardiola pada pertandingan perempat final Liga Champions antara Manchester City dan Liverpool di Stadion Etihad, Selasa (10/4/2018). AFP/ANTHONY DEVLIN Ekspresi lesu Pep Guardiola pada pertandingan perempat final Liga Champions antara Manchester City dan Liverpool di Stadion Etihad, Selasa (10/4/2018).

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menganggap perkataan Yaya Toure yang menyebut dirinya berperilaku berbeda atau rasialis terhadap pemain asal Afrika adalah sebuah kebohongan.

Pernyataan Yaya Toure ini diungkapkan selepas dirinya dipastikan meninggalkan Manchester City seusai kontraknya habis pada musim panas ini.

Yaya Toure menyebut Guardiola telah memperlakukan dirinya tidak adil dibanding pemain asal Eropa. Bahkan, dia menganggap Guardiola sebagai musuh terburuk baginya.

Menanggapi ini, Guardiola mengaku memiliki hubungan yang baik dengan Yaya selama dua musim di Man City, sehingga tuduhan ini tidak bisa dibenarkan.

"Tuduhan itu adalah kebohongan, dan Yaya tahu itu. Kami bekerja bersama selama dua tahun, mengapa baru sekarang Yaya mengungkapkan itu?" kata Guardiola seperti dikutip dari situs web Marca dari Stasiun TV3, Minggu (10/6/2018).

"Jika memang dia merasa diperlakukan tidak adil, mengapa tidak mengatakan itu langsung kepada saya?" tutur pelatih asal Spanyol itu.

Baca juga: Pertahankan Cristiano Ronaldo Bukan Prioritas Utama bagi Real Madrid

Selain di Man City, Yaya juga pernah bekerja sama dengan Guardiola saat di Barcelona di tahun 2008 hingga 2010. Saat itu, Yaya juga jarang mendapat kesempatan bermain sehingga memutuskan pindah ke Manchester City.

Sebelumnya, isu rasialis ini juga pernah diungkapkan Samuel Eto'o. Mantan pemain Barcelona itu pernah dilatih Guardiola selama satu musim pada periode 2008-2009.

Eto'o yang berasal dari Kamerun juga merasa diperlakukan tidak adil oleh Guardiola hingga dirinya harus pindah ke Inter Milan.

Meskipun dituduh melakukan tindakan rasialis, Guardiola menyebut Yaya Toure adalah pemain bagus yang masih bisa bermain di level tertinggi meski usianya sudah 35 tahun.

"Saat ini ketika sebuah tim Inggris mengeluarkan banyak uang untuk membeli pemain, saya berpendapat bahwa Yaya Toure adalah aset yang bisa dibeli dengan status bebas transfer." kata Guardiola.

"Yaya masih bisa bermain di Arsenal, Chelsea, Man United, Tottengham Hotspur atau Liverpool. Dia adalah seorang pemenang," ucap Guardiola menambahkan.



Close Ads X