Stoner Nilai Rossi Lebih Buruk dari Lorenzo Saat di Ducati

Kompas.com - 06/06/2018, 17:00 WIB
Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Andrea Dovizioso yang meraih podium di MotoGP Italia, Minggu (3/6/2018).
DOK. MOTOGPValentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Andrea Dovizioso yang meraih podium di MotoGP Italia, Minggu (3/6/2018).

KOMPAS.com - Juara Dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, menilai performa Valentino Rossi saat membela Ducati pada 2011-2012 lebih buruk dibandingkan Jorge Lorenzo dalam dua tahun terakhir.

Pernyataan Stoner ini didasari penampilan Lorenzo, yang menurutnya lebih banyak memberi tekanan kepada pebalap lain untuk meraih podium.

"Mereka (Lorenzo dan Rossi) adalah dua hal yang berbeda, namun saya akan mengatakan Valentino Rossi lebih buruk," ucap Stoner yang dilansir BolaSport.com dari Crash.

"Jorge Lorenzo sudah menjadi pesaing podium lebih banyak dalam durasi musim yang sama dan dia (Lorenzo) lebih banyak melaju di depan pada beberapa balapan. Dia mampu bertarung di barisan depan pada banyak balapan," kata Stoner.

Baca juga: Kabar Duka, 2 Pebalap Isle of Man TT 2018 Tewas dalam Sepekan Terakhir

Menurut Stoner, kegagalan Rossi saat di Ducati adalah karena lambatnya proses pengembangan motor.

"Ketika Valentino Rossi tiba di Ducati, semua orang sudah menunggunya untuk mengembangkan sebuah motor. Sangat jelas, permintaan Ducati tidak bisa terlaksana dengan cepat," tutur pebalap asal Australia ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk mengembangkan sesuatu yang sangat cocok bagi Anda adalah hal yang sangat sulit. Jadi akan lebih mudah untuk beradaptasi dan mencari cara terbaik," ucap Stoner menambahkan.

Selama dua musim di Ducati, Rossi hanya mampu tiga kali naik podium di mana tidak satupun menjadi yang tercepat.

Baca juga: Berkat Marc Marquez, Valentino Rossi Raih Posisi Podium Lagi

Atas hasil buruk ini, Rossi akhirnya kembali ke Movistar Yamaha pada 2013 hingga saat ini. Menanggapi hal ini, Stoner memang mengakui bahwa motor pabrikan Yamaha jauh lebih baik.

"Yamaha memiliki sebuah motor yang bagus. Dengan kehadiran Rossi maupun tidak, Yamaha masih bisa memenangkan beberapa balapan," ujar Stoner.

Setelah kembali ke Yamaha, Rossi sudah memenangkan setidaknya 10 seri balapan dan menjadi salah satu penantang gelar juara pada MotoGP 2018. (Bayu Cahyo)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Live Match (Link Live Streaming) Swedia Vs Polandia, Kickoff 23.00 WIB

Live Match (Link Live Streaming) Swedia Vs Polandia, Kickoff 23.00 WIB

Internasional
Kisah Pelajar Indonesia di London, Termotivasi Euro 2020

Kisah Pelajar Indonesia di London, Termotivasi Euro 2020

Internasional
Kehilangan Marc Klok Jelang Liga 1, Presiden Persija Kalem

Kehilangan Marc Klok Jelang Liga 1, Presiden Persija Kalem

Liga Indonesia
Kenapa Badan Pelari Harus Condong ke Depan Saat Mencapai Garis Finis?

Kenapa Badan Pelari Harus Condong ke Depan Saat Mencapai Garis Finis?

Sports
Hakan Calhanoglu Kembali Membangun Tembok Rivalitas

Hakan Calhanoglu Kembali Membangun Tembok Rivalitas

Liga Italia
Portugal Vs Perancis, Les Bleus Tak Berambisi Singkirkan Ronaldo dkk

Portugal Vs Perancis, Les Bleus Tak Berambisi Singkirkan Ronaldo dkk

Internasional
Penonton Langsung Semifinal dan Final Euro 2020 Harus Punya Modal Ini

Penonton Langsung Semifinal dan Final Euro 2020 Harus Punya Modal Ini

Internasional
Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah dalam Lari Jarak Pendek

Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah dalam Lari Jarak Pendek

Sports
Perjalanan Karier Marc Klok, Gelandang Naturalisasi yang Resmi Tinggalkan Persija

Perjalanan Karier Marc Klok, Gelandang Naturalisasi yang Resmi Tinggalkan Persija

Sports
Portugal Vs Perancis - Head to Head dan Sejarah Pertemuan Kedua Tim

Portugal Vs Perancis - Head to Head dan Sejarah Pertemuan Kedua Tim

Internasional
Kata-kata Pertama Marc Klok Setelah Resmi Tinggalkan Persija Jakarta

Kata-kata Pertama Marc Klok Setelah Resmi Tinggalkan Persija Jakarta

Liga Indonesia
Tahan Persib, Modal Berharga Sriwijaya Sebelum Piala Wali Kota Solo

Tahan Persib, Modal Berharga Sriwijaya Sebelum Piala Wali Kota Solo

Liga Indonesia
Marc Klok dan Persija Jakarta Resmi Berpisah

Marc Klok dan Persija Jakarta Resmi Berpisah

Liga Indonesia
Kiper Asing Tak Sesuai Bocoran, Pelatih Arema FC Angkat Bicara

Kiper Asing Tak Sesuai Bocoran, Pelatih Arema FC Angkat Bicara

Liga Indonesia
Makna Selebrasi Tutup Telinga Memphis Depay, Penyerang Belanda yang Bersinar di Euro 2020

Makna Selebrasi Tutup Telinga Memphis Depay, Penyerang Belanda yang Bersinar di Euro 2020

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X