Mencegah Asap Mulai dari Provinsi Riau

Kompas.com - 05/06/2018, 04:04 WIB
Bus Transjakarta tampilan luar Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang yang dimulai pada 18 Agustus 2018. APP Sinar Mas berpartisipasi aktif pada perhelatan olahraga terbesar di Asia ini.  Kompas.com/Josephus PrimusBus Transjakarta tampilan luar Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang yang dimulai pada 18 Agustus 2018. APP Sinar Mas berpartisipasi aktif pada perhelatan olahraga terbesar di Asia ini.

KOMPAS.com - Perhelatan Asian Games 2018 dengan salah satu tuan rumah yakni Palembang di Provinsi Sumatra Selatan memunculkan tantangan tersendiri.

Salah satu tantangan yang mengemuka adalah perhelatan olahraga multicabang terbesar di Asia itu adalah musim kemarau.

Indonesia, pada Agustus memasuki musim kemarau yang lazimnya disertai dengan hawa panas dan kondisi kering.

Kenyataan itu rentan memunculkan titik-titik api yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berangkat dari hal tersebut, Provinsi Riau, salah satu provinsi tetangga Provinsi Sumatra Selatan, telah memperpanjang status siaga darurat karhutla. Perpanjangan itu tenggatnya hingga 30 November 2018.

Informasi dari siaran pers Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas pada Senin pekan lalu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berkomitmen untuk mendukung penuh upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas api dan asap selama perhelatan Asian Games 2018.

Bentuk dukungan tersebut direalisasikan melalui program Manajemen Penanggulangan Kebakaran Terintegrasi (IFMS) dan Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang makin diintensifkan di berbagai area konsesi APP Sinar Mas dan mitra pemasoknya, termasuk di Provinsi Riau.

Di samping itu, unit pemasok dan mitra APP Sinar Mas di Riau, yang juga menjadi anggota satgas karhutla bentukan Pemerintah Provinsi Riau, telah berkoordinasi dan membantu dalam hal penanggulangan api dan asap sejak awal status siaga karhutla dimulai pada Februari 2018 lalu.

Fire Data and Information Technology Manager APP Sinar Mas Gustaf Rantung sedang menjelaskan fungsi perangkat di ruang pantau titik api APP Sinar Mas di Jakarta, Rabu (25/4/2018). Dimas Wahyu Fire Data and Information Technology Manager APP Sinar Mas Gustaf Rantung sedang menjelaskan fungsi perangkat di ruang pantau titik api APP Sinar Mas di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Investasi

Catatan tersebut juga menunjukkan bahwa hingga 2018, APP Sinar Mas telah menginvestasikan dana lebih dari 100 juta dollar AS.

Khusus untuk Asian Games 2018, APP Sinar Mas telah menambahkan investasi hingga 3,8 juta dollar AS untuk menjalankan operasi khusus No Fire No Haze.
 
"Kami optimistis Asian Games 2018 akan terbebas dari api dan asap,” kata Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata .
 
Untuk kesiapan pencegahan dan penanganan karhutla di provinsi Riau, unit dan mitra pemasok APP Sinar Mas di Riau telah mempersiapkan:
 
1. Dua helikopter waterbombing. Satu unit heli Super Puma dengan kapasitas 4.000 liter air dan satu unit heli jenis Bell 412 dengan kapasitas 1.500 liter air

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X