Ratusan Ribu Orang Tandatangani Petisi untuk Adili Sergio Ramos - Kompas.com

Ratusan Ribu Orang Tandatangani Petisi untuk Adili Sergio Ramos

Kompas.com - 29/05/2018, 10:53 WIB
Mohamed Salah mengalami cedera saat berbenturan dengan Sergio Ramos pada final Liga Champions antara Real Madrid dan Liverpool di Kiev, 26 Mei 2018. AFP/GENYA SAVILOV Mohamed Salah mengalami cedera saat berbenturan dengan Sergio Ramos pada final Liga Champions antara Real Madrid dan Liverpool di Kiev, 26 Mei 2018.

KOMPAS.com - Sebuah petisi dibuat oleh seseorang berakun Mohamed Salah Abdel-Hakeem untuk menghukum kapten Real Madrid, Sergio Ramos yang mencederai pemain Liverpool Mohamed Salah, saat final Liga Champions, Sabtu (26/5/2018).

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp menarik keluar Mo Salah seusai berduel dengan Sergio Ramos pada menit ke-30. Dugaan sementara, Mo Salah mengalami dislokasi pada bahu kirinya dan terancam gagal tampil di Piala Dunia 2018.

Pada laga tersebut, Liverpool akhirnya harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan skor 1-3 di partai final.

Dalam petisi yang dibuat tepat satu hari seusai laga final ini, akun Mohamed Salah Abdel-Hakeem menuntut agar UEFA dan FIFA segera memberi hukuman kepada Sergio Ramos.

Menurut akun tersebut, Ramos telah sengaja melukai Mo Salah hingga cedera sehingga pantas untuk dihukum. Tidak hanya itu, dalam petisi tersebut juga tertulis jika Ramos sudah mencederai semangat fair play dalam sepak bola karena terlalu banyak berakting.

Baca juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2018, Awal dan Akhir di Moskwa

Hingga berita ini tayang, petisi ini suduah ditandatangani 444.256 orang dan masih akan bertambah. Jika anda ingin menandatanganinya, anda bisa menuju ke tautan berikut ini.

Sementara itu, Sergio Ramos telah mengirim ucapan untuk Mohamed Salah yang cedera melalui twitternya.

"Terkadang sepak bola menunjukkan sisi baik dan buruk," tulis Ramos melalui akun Twitter resmi miliknya.

"Di atas semua itu, kami adalah para profesional. Cepat sembuh, Mo Salah," tulis Ramos melanjutkan. (Bagaz Reza Murti)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X