PBSI Targetkan Satu Gelar Indonesia Open 2018 - Kompas.com

PBSI Targetkan Satu Gelar Indonesia Open 2018

Kompas.com - 15/05/2018, 16:31 WIB
Pemain ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad - Liliyana Natsir bertanding melawan pemain ganda campuran China, Zheng Siwei - Chen Qingchen pada pertandingan final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Minggu (18/6/2017). Tontowi - Liliyana juara ganda campuran setelah menang dengan skor 22-20 21-15.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Pemain ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad - Liliyana Natsir bertanding melawan pemain ganda campuran China, Zheng Siwei - Chen Qingchen pada pertandingan final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Minggu (18/6/2017). Tontowi - Liliyana juara ganda campuran setelah menang dengan skor 22-20 21-15.

KOMPAS.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memastikan target satu gelar juara pada turnamen Blibli Indonesia Open 2018 yang akan berlangsung 3-8 Juli 2018.

Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, pada sesi konferensi pers di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (14/5/2018) kemarin.

Target rasional PP PBSI tersebut, kata Susy, didasari oleh situasi persaingan bulu tangkis dunia yang kian ketat seiring berjalannya waktu.

"Minimal satu gelar. Namun, pastinya setiap atlet ingin meraih gelar juara. Peluang ada di tunggal putra, ganda campuran, ganda putra, dan ganda putri," kata Susy Susanti.

(Baca juga: Ketakutan akan Kehilangan Dominasi, China Lakukan Hal Ini pada Piala Uber 2018)

"Tanpa mengecilkan sektor tunggal putri. (Tapi) di sektor ini kami memiliki Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani. Kami akan terus memotivasi mereka," tutur dia.

Persaingan Indonesia Open 2018, kata Susy, bakal berjalan sengit karena turnamen tersebut bakal diikuti oleh sejumlah pemain top dunia. Hal itu tak terlepas dari naiknya level Indonesia Open sejak tahun ini, yaitu menjadi HSBC BWF World Tour Super 1000.

Dengan predikat itu, Indonesia Open yang kali pertama digelar 1982, kini sejajar dengan turnamen All England Open dan China Open.

"Memang, kami melihat peluang kami hanya satu (gelar). Namun, kami akan terus memotivasi para atlet lainnya untuk dapat meraih prestasi," ucap pemain peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Sementara itu, pemain ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, menyatakan ada dua negara yang perlu diwaspadai.

"Tentu target kami adalah juara. Lawan terberat kami mungkin dari Denmark dan China," kata Marcus singkat.

Adapun pasangan Marcus, Kevin Sanjaya Sukamuljo, merasa antusias bisa bermain di hadapan segenap pendukung Indonesia. Menurut Kevin, bermain di depan suporter sendiri bisa memberikan motivasi berlipat saat bertanding.

"Atmosfer main di Indonesia itu seru banget karena suporter kita hebat. Suara suporternya kencang sekali sampai kadang saya enggak mendengar pukulan saya," ujar dia.

Indonesia Open 2018 akan diselenggarakan di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta. Pada edisi tahun lalu, Indonesia memiliki satu wakil yang berhasil menjadi juara yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran).


Komentar
Close Ads X