Motta Sebut Neymar Seorang Pemimpin - Kompas.com

Motta Sebut Neymar Seorang Pemimpin

Kompas.com - 15/05/2018, 11:05 WIB
Neymar, Edinson Cavani, dan Angel Di Maria menjadi pencetak gol kemenangan PSG atas Montpellier pada pertandingan Ligue 1 di Parc des Princes, Sabtu (27/1/2018).AFP/Franck Fife Neymar, Edinson Cavani, dan Angel Di Maria menjadi pencetak gol kemenangan PSG atas Montpellier pada pertandingan Ligue 1 di Parc des Princes, Sabtu (27/1/2018).

KOMPAS.com - Pemain kelahiran Brasil, Thiago Motta, mengakui Neymar merupakan seorang pemimpin di Paris Saint-Germain ( PSG). Di satu sisi, pemain 35 tahun ini pun mengakui bahwa sang kompatriot sudah kehilangan sebagian dari kehabagiaan.

Motta menyatakan hal tersebut menjelang akhir kariernya bersama PSG. Mantan pemain internasional Italia ini sudah pasti gantung sepatu alias pensiun setelah melakoni laga pamungkas Ligue 1 pada akhir pekan kemarin.

"Kadang kala benar bahwa dia kehilangan sebagian dari kegembiraan selama berada di sini. Saya tahu, hal tersebut sulit karena ada banyak tekanan dan banyak hal terjadi," ujar Motta kepada UOL Sporte.

(Baca juga: 5 Rekor Hebat Mohamed Salah di Liga Inggris 2017-2018)

"Namun Neymar harus tetap memiliki gairah dalam bermain sepak bola. Ketika dia kehilangan hal tersebut, efeknya ikut dirasakan orang lain. Kami bergantung kepada kegembiraannya karena ketika dia bahagia, kami memiliki banyak kemungkinan untuk maju."

"Kepercayaan yang kami miliki dalam dirinya sangat besar, tidak hanya sebagai pemain tetapi juga pribadi. Neymar seorang pemimpin. Dia harus menjadi diri sendiri dan bahagia. Orang tidak bisa berubah menjadi seorang pemimpin karena mereka dilahirkan seperti itu. Semua itu alami dan Neymar memilikinya."

Motta pun mengungkapkan bagaimana Neymar bisa mengatasi situasi di dalam lapangan. Menurut mantan pemain Inter Milan ini, Neymar akan menjadi solusi untuk mengatasi situasi yang sulit.

"Dalam keadaan yang sulit, anda bisa memberinya bola dan dia akan berusaha mengalahkan mereka. Neymar akan bertanggung jawab dalam situasi apa pun (baik atau buruk). Dia membuat asumsi dan mengeksekusinya," ujar Motta.



Close Ads X