Vettel Heran FIA Larang Ferrari Gunakan Spion Baru - Kompas.com

Vettel Heran FIA Larang Ferrari Gunakan Spion Baru

Kompas.com - 15/05/2018, 09:31 WIB
Selebrasi Sebastian Vettel (Ferrari) usai berhasil meraih pole position pada sesi kualifikasi F1 GP Azerbaijan 2018 yang berlangsung Sabtu (28/4/2018).
TWITTER.com/scuderiaferrari Selebrasi Sebastian Vettel (Ferrari) usai berhasil meraih pole position pada sesi kualifikasi F1 GP Azerbaijan 2018 yang berlangsung Sabtu (28/4/2018).

KOMPAS.com - Pebalap Ferrari, Sebastian Vettel, mengaku heran dengan keputusan FIA yang melarang desain spion baru yang dilakukan timnya.

Ferrari menjadi tim pertama yang memakai desain baru pada seri balap kelima Formula 1 (F1) GP Spanyol, Minggu (13/5/2018). Desain baru itu dibuat menyusul pengumuman FIA yang membolehkan tim memasang spion pada bagian halo.

Akan tetapi, spion yang dipakai Ferrari tersebut langsung mendapat penilaian negatif. FIA pun melarang Ferrari menggunakan desain tersebut pada balapan berikutnya di Monako.

(Baca juga: Berry/Hardianto Jelaskan Strategi Jitunya saat Kalahkan Wahyu/Ade di Final Australian Open 2018)

Sebagai informasi, spion yang dipakai Ferrari itu juga dilengkapi dengan penyangga untuk menjaga kekakuan. FIA berpendapat, Ferrari memanfaatkan spion (sekaligus penyangganya) untuk menambah efek aerodinamika karena bentuknya yang menyerupai winglet.

Vettel mengaku bingung soal keberatan FIA sehingga melarang desain baru tersebut.

"Terus terang kami merasa bahwa desain ini lebih bagus," ucap Vettel yang dilansir BolaSport.com dari Autosport

Vettel juga menganggap winglet mobilnya tidak jauh berbeda dengan milik tim lain. Ini yang membuat dia mempertanyakan alasan FIA yang melarang desain baru tersebut.

"Winglet, saya pikir apa yang dimiliki kami sama dengan tim lain yang masih memakai spion," tutur Vettel.

Kendati sudah memakai desain spion baru, ternyata Vettel dan rekan setimnya, Kimi Raikkonen, tidak mampu meraih podium di Spanyol. Kala itu, Vettel finis di urutan kelima sedangkan Raikkonen tidak mampu menyelesaikan balapan. (Bayu Nur Cahyo)



Close Ads X