Saat di Real Madrid, Kaka Akui Hubungannya dengan Mourinho Sulit

Kompas.com - 18/04/2018, 19:20 WIB
Gelandang Real Madrid,Ricardo Kaka, merayakan golnya ke gawang Valladolid, pada pertandingan Liga BBVA, di Santiago Bernabeu, Sabtu (4/5/2013). AFPGelandang Real Madrid,Ricardo Kaka, merayakan golnya ke gawang Valladolid, pada pertandingan Liga BBVA, di Santiago Bernabeu, Sabtu (4/5/2013).

KOMPAS.com - Ricardo Kaka gagal menampilkan permainan terbaiknya kala membela Real Madrid selama lima tahun, dari tahun 2009 hingga 2014.

Menurut Kaka, salah satu faktor penurunan performanya adalah karena Jose Mourinho yang tidak terlalu percaya kepadanya.

Kaka mengakui bahwa hubungannya dengan Jose Mourinho tidak terlalu dekat sehingga dia tidak terlalu mengetahui alasan Mourinho tidak memberikan kesempatan untuk sering bermain.

"Pada 2009, saya setuju untuk bergabung ke Real Madrid, tetapi saya merasa tidak dapat menampilkan permainan terbaik seperti apa yang saya lakukan di AC Milan," ucap Kaka dikutip Bolasport.com dari Marca.

Baca juga: Manchester City Bidik Predikat Tim Tersubur Sepanjang Sejarah Liga Inggris

"Mourinho adalah pelatih yang cukup berat bagi saya. Kami saling menghormati, tetapi punya sedikit kerenggangan. Saya berpikir dia akan memberi saya kesempatan, tetapi itu ternyata tidak terjadi. Saya tidak pernah berhasil meyakinkan dia jika saya bisa tampil bagus," ujar Kaka.

Lebih lanjut, pemain yang mengakhiri karier di klub Liga Amerika Serikat, Orlando City, ini juga merasa bahwa akan lebih baik jika dia memutuskan untuk hengkang demi menyelamatkan karier sepak bolanya.

Ricardo Kaka (kiri) bersama Jose Mourinho ketika masih berada di Real Madrid. Dok. Goal Ricardo Kaka (kiri) bersama Jose Mourinho ketika masih berada di Real Madrid.

"Saya telah berusaha, bertarung, dan berdoa, tetapi ketika dia (Mourinho) tidak memberikan kepercayaan kepada saya (untuk bermain), saya pikir saya tidak bisa lagi bekerja dengannya," ujar Kaka.

Pada akhirnya, Kaka memutuskan kembali ke AC Milan untuk berpisah dengan Mourinho pada musim 2013-2014 dengan status bebas transfer.

"Salah satu momen terbaik kami berdua terjadi ketika kami sama-sama meninggalkan Real Madrid. (Saat itu), dia berkata bahwa saya adalah salah satu pemain yang paling profesional yang pernah dia latih, dia baik sekali," tutur Kaka.

Pada tahun 2009, Real Madrid menebus Kaka dari AC Milan dengan "mahar" Rp 815 Miliar. Selama lima musim berseragam putih-putih, Kaka hanya bisa menyumbang 39 assist dan 29 gol dari 120 laga di semua ajang. (Tomy Kartika Putra)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BolaSport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X