Simon McMenemy: Pelaku yang Telah Melukai Mario Gomez Pantas Dipenjara - Kompas.com

Simon McMenemy: Pelaku yang Telah Melukai Mario Gomez Pantas Dipenjara

Kompas.com - 17/04/2018, 21:42 WIB
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, usai latihan di Lapangan UMM, Senin (22/1/2018).KOMPAS.com/Andi Hartik Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, usai latihan di Lapangan UMM, Senin (22/1/2018).

KOMPAS.com - Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, mengatakan, pelaku penyerangan terhadap pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, pantas mendapat hukuman penjara.

Simon mengaku prihatin dengan nasib sial yang dialami kompatriotnya, Mario Gomez.

Sebelumnya, Mario Gomez mendapat luka di dahi karena diduga terkena lemparan dari penonton pada pengujung laga antara Arema FC melawan Persib di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).

Menurut Simon, menyerang pihak lawan secara fisik adalah sesuatu yang tidak bisa diterima.

Baca juga: Benahi Stadion PTIK, Bhayangkara Ingin Secepatnya Bermarkas di Jakarta

"Saya tak berpikir tentang itu. Saya kecewa, tetapi yang Anda (wartawan) bicarakan tak ada pengaruhnya dengan tim ini. Namun, ini menurut saya ini adalah sesuatu yang parah," kata Simon kepada wartawan di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (17/4/2018). 

"Kalau bertanya saya kecewa atau tidak, itu tak akan mengubah keadaan. Sudah banyak yang bertanya soal ini, 'Apa pendapat anda, apa pendapat Anda?'. Kami tak akan pernah melihat hal seperti ini di belahan dunia mana pun, ketika suporter masuk ke lapangan dan menyerang seorang pelatih lawan," kata Simon.

Pelatih asal Skotlandia itu bahkan menyebut sang pelaku layak mendapat hukuman penjara atas tindakan tak terpuji itu. 

Baca juga : Laga Arema Vs Persib Ricuh, Dahi Mario Gomez Terluka

Pelatih Persib, Mario Gomez (kanan) bersama dr Rafi Ghani di salah satu ruangan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang saat timnya menahan Arema FC dan laga ricuh, Minggu (15/4/2018) malam.
ISTIMEWA Pelatih Persib, Mario Gomez (kanan) bersama dr Rafi Ghani di salah satu ruangan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang saat timnya menahan Arema FC dan laga ricuh, Minggu (15/4/2018) malam.

"Mengintimidasi lawan adalah sesuatu yang lain, tetapi menyerang secara fisik pelatih lawan adalah hal yang harus mendapatkan ganjaran penjara," kata mantan pelatih timnas Filipina itu. 

"Sama halnya seperti saat seseorang memukul orang lain di jalanan, maka itu harus dihukum penjara," kata Simon. (M Robbani)



Close Ads X