Mario Gomez Siapkan Febri sebagai Pengganti Supardi

Kompas.com - 13/04/2018, 16:29 WIB
Pemain muda Persib, Febri Haryadi, saat ditemui di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Jumat (8/9/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPemain muda Persib, Febri Haryadi, saat ditemui di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Jumat (8/9/2017).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, kemungkinan besar memasang gelandang muda Febri Hariyadi untuk menambal posisi yang ditinggalkan kapten tim, Supardi Nasir, saat tandang ke markas Arema FC dalam laga Liga 1, akhir pekan ini.

Supardi absen selama empat laga lantaran terkena sanksi Komisi Disiplin PSSI. Namun, manajemen Persib masih mengupayakan banding untuk meringankan hukuman tersebut.

"Mungkin Febri," kata Gomez saat ditanya wartawan soal sosok pengganti Supardi, Jumat (13/4/2018) pagi.

(Baca Juga: Klub China yang Dibela Eks Penyerang Laris Liga Portugal Disingkirkan Tim Amatir)

Pelatih berpaspor Argentina itu mengatakan, kehilangan Supardi menjadi kerugian bagi tim. Sebab, selain menjadi kapten tim, Supardi menjadi sosok pemain senior yang kehadirannya sangat dibutuhkan tim.

Namun, yang paling disesalkan Gomez yakni hukuman kepada Supardi yang dinilai terlalu berlebihan.

"Sosok Supardi memang penting tetapi yang lebih penting adalah masalah ini (sanksi Supardi). Mungkin satu pertandingan tidak masalah tapi ini 4 pertandingan padahal dia hanya ingin berdiskusi dengan wasit," tutur Gomez.

"Saya melihat sangat banyak pelanggaran, pelanggaran keras dari depan dan belakang tapi tidak ada kartu kuning. Ini sangat tidak normal," tambahnya.

Gomez menjelaskan, laga kontra Arema FC bakal sulit bagi kedua tim. Dia menyadari bahwa Arema FC bakal tampil habis-habisan untuk meraup kemenangan perdana.

"Ini akan jadi laga sulit bagi kami dan juga untuk mereka. Buat Arema sulit dan bagi kami akan lebih berat karena ingin menang di sana begitu pula Arema," ungkapnya.

Dia berharap, wasit bisa menjalankan tugas dengan baik.

"Tapi saya tidak takut, setiap pertandingan berbeda dan sama-sama sebelas lawan sebelas. Tapi wasit yang jadi masalah. Saya tidak suka ini, karena kalau kita tidak hentikan ini mungkin besok Bojan, Ezechiel, Bauman bisa tertimpa hal yang sama (sanksi seperti Supardi)," ujarnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X