Supardi Kena Sanksi 4 Laga, Mario Gomez Geram

Kompas.com - 13/04/2018, 13:35 WIB
Pelatih Persib Bandung Mario Gomez saat diwawancarai media Stadion Arcamanik, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPelatih Persib Bandung Mario Gomez saat diwawancarai media Stadion Arcamanik, beberapa waktu lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelatih Persib Bandung Mario Gomez geram atas keputusan Komisi Disiplin PSSI yang memberikan sanksi larangan bermain sebanyak empat laga terhadap Supardi Nasir.

Supardi diberi sanksi akibat terbukti melancarkan protes keras serta melakukan kontak kepala kepada wasit Dwi Purba Adi Wicaksana saat Persib menjamu Mitra Kukar akhir pekan lalu. Selain larangan tampil empat laga, Supardi juga diganjar denda Rp 50 juta.

Gomez menegaskan bahwa keputusan itu tak masuk akal. Sebab, menurut dia, protes tersebut masih dinilai wajar.

"Buat saya ini memalukan karena dia kapten, melakukan diskusi ke wasit itu normal," kata Gomez saat ditemui seusai memimpin latihan pagi di Stadion Siliwangi, Jumat (13/4/2018).

Baca juga : Kapten Persib Supardi Diganjar Sanksi 4 Laga

Gomez mengaku sudah melihat rekaman video insiden tersebut. Dari hasil rekaman pertandingan itu, Gomez menilai Supardi tak layak diberi sanksi berat. Terlebih lagi, wasit sudah mengganjar kartu kuning atas protes Supardi.

Pelatih asal Argentina itu pun berencana menyebarkan video itu kepada FIFA dan sejumlah jurnalis di Eropa dan Argentina untuk memberitahukan kondisi sepak bola Indonesia, khususnya soal kepemimpinan wasit.

"Kami sudah melihat videonya dan dia mendapat kartu kuning. Saya melihat seseorang membuka 'kotak pandora', seseorang ingin kami 'bertarung', ya kami akan hadapi," tutur Gomez.

"Saya akan meng-copy semua video tentang pelanggaran lawan, pelanggaran keras, dan saya akan kirim ini ke FIFA. Bukan ke federasi, melainkan ke FIFA. Seseorang ingin bertarung, ya kami akan lawan. Saya akan kirim ke FIFA, saya akan kirim ke jurnalis di Italia dan Argentina supaya semua tahu apa yang terjadi di Indonesia," kata Gomez kesal.

Baca juga : Oknum Suporter Lempar Botol, Persib Kembali Kena Sanksi

Sanksi itu jelas jadi kerugian besar bagi Persib. Terlebih lagi, dalam tiga pekan ke depan, Persib akan melakoni laga krusial melawan Arema FC, Pusamania Borneo FC, dan Persija Jakarta.

Bek Persib Bandung, Supardi Nasir (kiri), berebut bola dengan penyerang Bhayangkara FC, Guy Junior, dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Minggu (4/6/2017).FERNANDO RANDY/BOLA/JUARA.NET Bek Persib Bandung, Supardi Nasir (kiri), berebut bola dengan penyerang Bhayangkara FC, Guy Junior, dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Minggu (4/6/2017).

 

Dengan situasi ini, Gomez pun berasumsi ada pihak yang sengaja ingin menjegal Persib di laga penting.

"Saya juga meminta bantuan untuk semua bobotoh. Kenapa, karena saya pikir 'seseorang' tidak mau kami menang di Jakarta (lawan Persija) dan saya butuh bobotoh. Saya butuh untuk melawan 'seseorang' ini. Siapa 'seseorang' ini saya tidak tahu, tetapi ada yang tidak ingin kami menang di Jakarta," katanya.

Mantan pelatih Johor Darul Takzim ini menilai, jika kondisi ini dibiarkan, ia khawatir akan mencederai nilai sportivitas sepak bola Indonesia. Sebab, situasi serupa berpeluang besar dirasakan pemain lain.

"Hari ini Supardi, mungkin setelah lawan Arema ada pemain yang lain, begitu juga setelah melawan Borneo. Kami bisa kehilangan beberapa pemain dan kami harus main di Jakarta. Namun, saya minta tolong kepada bobotoh dan mereka harus tahu soal ini," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X