Disesalkan, Ejekan Bernada Rasial terhadap Pogba dan Dembele

Kompas.com - 28/03/2018, 21:59 WIB
Kylian Mbappe dan Paul Pogba merayakan gol Perancis ke gawang Rusia pada laga uji coba di Saint-Petersburg, Selasa (27/3/2018). AFP/FRANCK FIFEKylian Mbappe dan Paul Pogba merayakan gol Perancis ke gawang Rusia pada laga uji coba di Saint-Petersburg, Selasa (27/3/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemain timnas Perancis, Paul Pogba dan Ousmane Dembele, menjadi sasaran tindakan bernada rasial dari suporter Rusia.

Hal itu terjadi pada laga persahabatan antara Rusia melawan Perancis yang berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk timnas Perancis.

Tindakan rasial suporter Rusia kepada dua pemain Perancis ini pertama kali dilaporkan oleh fotografer AFP (Agence France-Presse), agensi berita internasional yang bermarkas di Perancis.

Fotografer tersebut mengungkapkan bahwa suporter Rusia meneriakkan kata-kata bernada rasial ketika pemain sedang mengambil tendangan pojok.

(Baca juga: Mantan Pelatih Barcelona Menjadi Kandidat Kuat Pelatih Napoli)

FARE (Football Against Racism in Europa), organisasi yang melawan tindakan rasial terhadap sepak bola Eropa, mengungkapkan bahwa Liga Rusia memiliki hampir 90 kasus rasialisme.

Piara Powar, Ketua FARE, merasa aksi itu merusak kepercayaan pendukung Perancis tentang keselamatan suporter dan pemain pada Piala Dunia 2018.

"Menurut kami, isu utamanya adalah pertandingan ini diadakan di stadion yang akan menjadi penyelenggara pertandingan besar pada Piala Dunia 2018, semifinal, dan beberapa pertandingan grup," kata Piara Powar kepada BBC Sports.

"Hal ini sangat memperihatinkan, tinggal dua bulan lagi sebelum turnamen itu dilaksanakan, tidak ada respons dari pihak pengelola stadion pada masalah besar ini," ujarnya.

Baca juga : Permintaan Maaf Persija soal Beredarnya Video yang Lecehkan Suporter

Ketua Anti Diskriminasi Sepak Bola Rusia, Alexei Smertin, bersikeras bahwa kaum minoritas akan merasa aman dan nyaman dan menepis ketakukan mengenai hal itu.

"Saya pikir kami memiliki skala rasialisme yang harus dilawan," ucap pelatih timnas Rusia, Stanislav Cherchesov, kepada BBC Sports.

Ousmane Dembele saat tiba di pusat latihan timnas Prancis, Clairefontaine en Yvelines, 6 Juni 2017.
FRANCK FIFE / AFP Ousmane Dembele saat tiba di pusat latihan timnas Prancis, Clairefontaine en Yvelines, 6 Juni 2017.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan bahwa ofisial pertandingan bisa menghentikan pertandingan Piala Dunia jika ada kasus rasialisme.

Namun, Powar merasa khawatir dengan wasit asal Lituania, Gedminas Mazeika, tidak melakukan hal itu ketika pertandingan persahabatan, Selasa (27/3/2018).

"Wasit seharusnya mengikuti aturan dari FIFA, tetapi ia tidak melakukan hal tersebut. Walaupun ini bukan hal yang harus dilakukan olehnya, tetapi dia memiliki kekuatan untuk melakukannya," ujarnya.

"Itu adalah kesalahan protokol dan aksi yang harus dilakukan pada suatu pertandingan," kata Powar.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC Sport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X