Simpati RD soal Pemecatan Iwan Setiawan dan Subangkit

Kompas.com - 28/03/2018, 09:32 WIB
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan saat ditemui usai memimpin latihan sore di Lapangan Secapa AD, Bandung, Rabu (24/1/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan saat ditemui usai memimpin latihan sore di Lapangan Secapa AD, Bandung, Rabu (24/1/2018).

KOMPAS.com - Manajemen Borneo FC membuat keputusan memecat pelatih Iwan Setiawan setelah mereka bermain imbang melawan Sriwijaya FC pada pekan pertama Liga 1 2018 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (25/3/2018) malam WIB. Hal ini membuat pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, terkejut.

Pelatih dengan sapaan RD ini pun menyampaikan rasa simpatinya. Dia mengaku bersahabat dengan Iwan, terlebih mereka pernah satu kamar saat pemusatan latihan timnas U-23 Indonesia.

(Baca Juga: Tenggelam Bertahun-tahun, Si Anak Hilang Jebolan Timnas U-19 Indonesia Kembali Moncer Bersama Luis Milla)

"Saya dan Iwan Setiawan merupakan sahabat dekat. Kami dulu sama-sama di timnas U-23, bahkan sekamar saat pemusatan latihan," kata RD dilansir BolaSport.com dari sumsel.tribunnews.com.

RD berharap Iwan bisa mengambil hikmah dari pemecatan dirinya dan segera mendapatkan jabatan pelatih lagi di klub lain.

"Kemarin Iwan menelepon dan mengatakan hal yang sama, tentu saya berharap sahabat dapat segera bekerja kembali," ungkapnya.

"Selain itu menjadi lebih baik lagi, dan dewasa dalam mengambil sikap.”

Menurut RD, Iwan merupakan pelatih yang baik dan sering bertukar pikiran meskipun ketika di lapangan mereka terlihat seperti rival.

(Baca Juga:VIDEO - Ekspresi Lesu Lionel Messi Saat Saksikan Timnas Argentina Dibantai Spanyol)

"Mungkin banyak yang mengira kami ini rival karena pemberitaan di media, namun sebenarnya kami berdua sangat menghormati satu sama lain," tambah mantan arsitek timnas pada SEA Games 2011 itu.

"Saya sangat bersimpati dengannya dan mendoakan agar Iwan segera bekerja lagi."

Sebelum Iwan, nama pelatih senior Subangkit juga menjadi korban kerasnya Liga 1. Subangkit dipecat PSIS Semarang karena hal yang tak jauh berbeda, yaitu gagal membawa timnya berprestasi dengan cepat.

“Setiap klub pasti punya penilaian dan pandangan yang berbeda dalam menyikapi kinerja seorang pelatih," kata RD.

Pelatih asal Kota Metro, Lampung itu menjadi was-was karena bukan tidak mungkin peristiwa Iwan dan Subangkit bisa menimpa dirinya di Sriwijaya FC.

"Namun yang harus digarisbawahi bahwa hal yang terjadi pada coach Iwan Setiawan atau Subangkit bisa menimpa siapa saja, termasuk saya," ungkapnya.

"Jadi tentu kami harus bersikap profesional dan memberikan yang terbaik dan saya yakin mereka sudah memberikan hal itu." (Stefanus Aranditio)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X