Kompas.com - 27/03/2018, 22:31 WIB
Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, berteriak dari pinggir lapangan ketika timnya melawan Shaktar Donetsk dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di OSK Metalist Stadion, Kharkiv, Rabu (21/2/2018). SERGEI SUPINSKY/AFPPelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, berteriak dari pinggir lapangan ketika timnya melawan Shaktar Donetsk dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di OSK Metalist Stadion, Kharkiv, Rabu (21/2/2018).

ROMA, KOMPAS.com - Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, mengatakan bahwa timnya tidak akan bermain bertahan ketika menghadapi Barcelona pada partai perempat final Liga Champions.

Roma menjadi tim kuda hitam menjelang babak delapan besar Liga Chmpions. Namun, mereka menunjukkan penampilan yang menawan selama penyisihan grup.

Giallorossi berada di atas Chelsea dan Atletico Madrid untuk lolos ke babak 16 besar dan mengeliminasi Shaktar Donetsk guna meraih tiket perempat final untuk bertemu Barca.

(Baca juga: Bernasib Malang di Manchester United, Begini Nasihat Antoine Griezmann ke Paul Pogba)

Bukan rahasia lagi bahwa Barca merupakan tim yang sangat agresif dan memiliki tingkat penguasaan bola yang tinggi. Meskipun demikian, Di Francesco menolak untuk bermain negatif.

Menengok kembali ke tahun 2010, ketika Inter Milan melawan Barcelona pada semifinal Liga Champions, kubu Jose Mourinho berhasil meraih kemenangan karena permainan ultra defensif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inter pada saat itu menang dengan aggregat gol 3-2. Ketika menjadi tuan rumah pada leg pertama, I Nerazzurri menang 3-1 dan hanya kalah 0-1 pada leg kedua di Camp Nou.

Hasil serupa juga diraih Chelsea berkat strategi parkir bus saat melawan Barcelona pada babak semifinal Liga Champions 2013. Tim arahan Roberto Di Matteo menang 1-0 di Stamford Bridge pada leg pertama dan dapat menahan imbang The Catalans 2-2 di Camp Nou.

Namun, seperti dilansir Bolasport.com dari Sky Sport Italia pada Selasa, (27/3/2018), Di Francesco tidak tertarik mengaplikasikan strategi serupa untuk meredam permainan taktis Barcelona.

"Saya tidak berpikir taktik semacam itu akan berhasil. Kami tidak boleh kehilangan identitas dengan bermain bertahan. Ide saya bukanlah untuk bermain menunggu, namun menjemput bola di daerah mereka selama kami bisa," ungkap pelatih 48 tahun.

Roma terlebih dulu akan bertandang ke Camp Nou pada Kamis (5/4/2018). Setelah itu mereka menjamu Barcelona di Olimpico pada Rabu (11/4/2018). (Tomy Kartika Putra)

 



Sumber BolaSport
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X