Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/03/2018, 14:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesepak bola Egy Maulana Vikri angkat bicara soal isu rasialis yang sempat menyerang dirinya di Polandia. Hal itu terjadi ketika lawan klubnya, Lechia Gdansk, membentangkan spanduk berisi ejekan soal kehadiran Egy di Polandia. 

Pada laga Lechia Gdansk kontra Lech Poznan, Jumat (16/3/2018), ada sebuah spanduk yang berisikan kata-kata tak senonoh dengan gambar Egy Maulana tengah tersenyum menggunakan ikat kepala klub barunya.

Dalam keterangan Twitter tersebut, suporter garis keras Lech Poznan menyindir Lechia Gdansk yang telah merekrut Egy Maulana, seorang pemain berusia 17 tahun karena mempunyai follower instagram sebanyak 650.000.

(Baca juga: Sindir Egy Maulana Vikri dengan Banner, Pendukung Lech Poznan Buat Klubnya Terima Konsekuensi Berat)

Akan tetapi, Egy Maulana tak mau berkomentar banyak soal hal tersebut. Dia menilai hal itu sebuah kewajaran dalam dunia sepak bola. 

"Wajarlah, ya namanya juga baru pertama," ujar Egy saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden seusai bertemu Presiden Joko Widodo, Jumat (23/3/2018).

Egy pun berkomitmen untuk bermain semaksimal mungkin di Lechia Gdansk.

"Pasti saya mau main bisa lebih bagus, lebih baik ke depannya dan bisa buat Indonesia bangga," kata dia.

(Baca juga: Bertemu Jokowi, Egy Maulana Vikri Mendapatkan Pesan Ini...)

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang mendampingi Egy menimpali, "Enggaklah, ini soal bahasa saja ya, Gi?"

Pemain yang masih berusia 17 tahun tersebut menganggukkan kepala.

Imam menambahkan, isu-isu semacam itu wajar menerpa orang baru di sebuah klub. Apalagi, di klub tersebut, Egy diyakini akan bersinar.

"Wajarlah karena nomornya 10 kan, orangnya kecil lagi. Untung wajahnya sedikit Eropa," ucap Menpora berseloroh.

Kompas TV Tak hanya itu, fasilitas menggiurkan juga diberikan meski masih ada yang menganggap sebelah mata dengan kemampuannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+