Marko Simic dan Potensi Torehan Rekor Gol pada Piala AFC - Kompas.com

Marko Simic dan Potensi Torehan Rekor Gol pada Piala AFC

Kompas.com - 14/03/2018, 15:45 WIB
Pemain Persija Jakarta Marko Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Tampines Rovers pada laga kedua Grup H Piala AFC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Persija menang telak dengan skor 4-1.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pemain Persija Jakarta Marko Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Tampines Rovers pada laga kedua Grup H Piala AFC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Persija menang telak dengan skor 4-1.

KOMPAS.com - Bomber asal Kroasia, Marko Simic, akan kembali menjadi andalan Persija saat menjamu Song Lam Nghe An (SLNA) pada matchday keempat Grup H, Rabu (14/3/2018).

Lima gol dalam dua laga terakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, itulah rekor yang menyertai penampilan Simic saat menghadapi SLNA.

Penyerang 30 tahun ini mencetak dua dari tiga gol kemenangan Persija atas Bali United di final Piala Presiden 2018, sementara tiga lainnya diciptakan ketika Macan Kemayoran menang 4-1 kontra Tampines Rovers.

Tuah Simic tersebut memang dibutuhkan oleh tim asuhan Stefano Cugurra.

Baca Juga: Persija Optimistis Bisa Menjuarai Klasemen Grup H Piala AFC 2018

Persija saat ini tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Grup H dengan empat poin alias berselisih tiga angka dari SNLA.

Gol demi gol Simic merupakan salah satu kunci keberhasilan Persija mengingat kepada dialah serangan terakhir Persija kerap ditujukan.

Khusus soal pencapaian pribadi, ada potensi rekor hebat yang menanti sang striker.

Setidaknya, dalam tiga laga tersisa di fase grup, ia bisa menjadi satu-satunya pemain dari klub Indonesia yang bisa mengemas lebih dari sekali hat-trick di Piala AFC.

Pemain klub Tanah Air pertama yang menorehkan trigol pada era Piala AFC tak lain Anoure Obiora bersama Sriwijaya pada musim 2010.

Baca juga: Riko Simanjuntak Puji Super Simic sebagai Bomber Sejati

Tepatnya, pemain asal Nigeria tersebut melakukannya saat Laskar Wong Kito menang 5-0 atas wakil Maladewa, Victory SC, di Stadion Jakabaring, Palembang, pada 21 April.

Setelah itu, ada nama Boakay Eddie Foday bersama Persipura pada edisi 2014.

Bedanya, dalam laga menjamu Yangon United di Stadion Mandala pada 13 Mei 2014, Foday sebenarnya mencetak lima gol sekaligus alias quinttrick dalam kemenangan 9-2 pada laga perdelapan final tersebut.

Masih pada edisi 2014 di leg kedua perempat final, giliran Robertino Pugliara yang mencetak trigol saat Mutiara Hitam menang telak 6-1 ketika menjamu Al-Kuwait.

Baca juga: Mengagumi Kesabaran Widodo C Putro terhadap Kevin Brands di Bali United)

Menariknya, ketika itu adalah kehadiran Pugliara di paruh kedua kompetisi Liga Super Indonesia yang membuat Foday hengkang dari Persipura.

Selain itu, Simic juga punya peluang memecahkan dua rekor lain.

Catatan yang dimaksud tak lain gol terbanyak pemain dari klub Indonesia yang dicatatkan Boaz Solossa (16 gol bersama Persipura) serta gol terbanyak pada satu edisi Piala AFC milik Edward Junior Wilson.

Pemain asal Liberia yang disebut terakhir mengemas total 10 gol saat membawa Semen Padang ke perempat final Piala AFC 2013. (Andrew Sihombing)


Komentar

Close Ads X