Kompas.com - 22/01/2018, 11:01 WIB
Pelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman bersama kapten tim Legimin Raharjo saat konferensi pers usai laga kontra Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (21/1/2018) malam. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman bersama kapten tim Legimin Raharjo saat konferensi pers usai laga kontra Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (21/1/2018) malam.
|
EditorEris Eka Jaya

BANDUNG, KOMPAS.com - PSMS Medan memberi kejutan di turnamen Piala Presiden setelah sukses menjungkalkan dua tim besar Indonesia, PSM Makassar dan Persib Bandung.

Sempat dipandang sebelah mata, tim berjuluk Ayam Kinantan itu sukses membuyarkan semua prediksi. Terlebih laga di laga terakhir, PSMS mampu mempecundangi tuan rumah Persib Bandung 2-0 pada Minggu (21/1/2018) malam.

Djadjang Nurdjaman, sang arsitek, mengatakan, dalam laga kontra Persib, ia mengaku memberi instruksi kepada anak anak asuhnya agar bermain lepas.

"Instruksi lepas saja karena yang dilawan tim besar. Kalaupun kalah tidak apa-apa, tetapi alhamdulillah bisa menang," ucap Djanur, sapaan akrabnya, Minggu malam.

Baca juga : PSMS Kalahkan Persib, Djanur Sebut Timnya Beruntung

Soliditas tim menjadi keunggulan PSMS daripada tim lainnya. Padahal, secara materi pemain, PSMS dihuni para pemain "buangan".

"Tidak merendah, kenyataannya seperti itu. Kami dapatnya sisa-sisa pemain, beruntung kebetulan bisa menang dua kali. Pemain PSMS ini pemain buangan, saya rekrut," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Djanur menyoroti performa Jajang Sukmara yang tampil cukup konsisten. Padahal, saat berseragam Persib, Jajang hanya bertugas sebagai penghangat bangku cadangan.

"Dia sebenarnya pemain yang punya kualitas, tetapi jarang dapat tempat di Persib karena memang ada banyak pemain (saingan), seperti Henhen, Supardi, dan Tony," katanya.

Baca juga : Penilaian Djanur soal Performa Sadney dan Jajang Sukmara

Selain Jajang Sukmara, Djanur pun mampu memoles pemain yang dianggap sudah habis masa keemasannya seperti Amarzukih dan M Roby.

"Kalau Roby, Jasuk, Amarzukih, sudah habis kata orang, tetapi ternyata bisa (membuktikan). Yang pasti saya punya pemain sayap yang cepat," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.