Lima Kandidat Pengganti Zidane - Kompas.com

Lima Kandidat Pengganti Zidane

Kompas.com - 10/01/2018, 09:04 WIB
Zinedine Zidane mendampingi Real Madrid saat melawan Al Jazira pada laga semifinal Piala Dunia Antarklub di Stadion Zayed Sports City, Abu Dhabi, Kamis (14/12/2017) dini hari WIB.GIUSEPPE CACACE/AFP Zinedine Zidane mendampingi Real Madrid saat melawan Al Jazira pada laga semifinal Piala Dunia Antarklub di Stadion Zayed Sports City, Abu Dhabi, Kamis (14/12/2017) dini hari WIB.

KOMPAS.com — Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mulai pesimistis dengan kepemimpinannya di Santiago Bernabeu. Hasil seri 2-2 saat Real Madrid bertandang ke markas Celta Vigo dalam laga Liga Spanyol, Minggu (7/1/2018) waktu setempat atau Senin dini hari WIB, menjadi pemicu kabar pemecatan Zidane.

Raihan satu poin membikin Real Madrid tertinggal 16 poin dari pemuncak klasemen La Liga, FC Barcelona. Menariknya, Los Blancos juga pernah tertinggal 16 poin dari Barcelona pada La Liga musim 2012-2013.

Kala itu, ketika Liga Spanyol memasuki pekan ke-18, Real Madrid asuhan Jose Mourinho sekadar mengumpulkan 36 poin, sedangkan Barcelona berjaya dengan 52 poin. Pada akhir musim, Mourinho pun mesti meletakkan jabatannya.

Kini, Zidane pun sudah mulai kehilangan kepercayaan diri untuk mengasuh Cristiano Ronaldo dkk. Seusai pertandingan menghadapi Celta Vigo, dia mengatakan, "Saya tahu bahwa suatu hari pekerjaan saya di Real Madrid akan ada akhirnya. Saya katakan kepada diri saya, jika saya punya 10 hari lagi di sini, saya akan maksimalkan 10 hari tersebut."

Lalu, siapa yang pantas menggantikan posisi Zidane?

Dilansir BolaSport.com dari Express.co.uk, berikut ini lima kandidat terkuat pengganti Zidane:

1. Diego Simeone (Atletico Madrid)

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, tersenyum ketika menjalani partai kontra Real Madrid pada lanjutan La Liga di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (27/2/2016).PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, tersenyum ketika menjalani partai kontra Real Madrid pada lanjutan La Liga di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (27/2/2016).

Simeone berhasil mengangkat derajat Atletico Madrid sejak menjabat sebagai pelatih pada 23 Desember 2011. Dia sukses mendobrak dominasi Real Madrid dan Barcelona dengan menjuarai Liga Spanyol pada 2013-2014.

Bahkan, Simeone sukses dua kali mengantarkan Atletico menjadi finalis Liga Champions pada 2014 dan 2016. Dia pun dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia oleh International Federation of Football History & Statistics (IFFHS) pada 2016.

Hingga pekan ke-18, Atletico bercokol di posisi kedua klasemen La Liga dengan 39 poin alias tertinggal sembilan poin dari sang pemuncak, Barcelona.

2. Antonio Conte (Chelsea)

Ekspresi pelatih Chelsea, Antonio Conte, dalam laga kontra West Ham United di London Stadium, Sabtu (9/12/2017).AFP/IAN KINGTON Ekspresi pelatih Chelsea, Antonio Conte, dalam laga kontra West Ham United di London Stadium, Sabtu (9/12/2017).

Dalam empat musim terakhir menukangi sebuah klub, Conte selalu berhasil menjadi juara liga. Dia tiga kali mempersembahkan trofi Liga Italia untuk Juventus (2012, 2013, 2014) dan satu titel Liga Inggris bagi Chelsea (2017).

Dalam empat kesempatan itu, Conte juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik di Italia dan Inggris.

Pada 2017, juru taktik asal "Negeri Piza" ini dinobatkan FIFA sebagai runner-up pelatih terbaik dunia di bawah Zidane.

3. Laurent Blanc (Tanpa Klub)

Ekspresi pelatih Paris Saint-Germain, Laurent Blanc, saat memimpin timnya melawan Chelsea pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Selasa (16/2/2016).KENZO TRIBOUILLARD/AFP Ekspresi pelatih Paris Saint-Germain, Laurent Blanc, saat memimpin timnya melawan Chelsea pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Selasa (16/2/2016).

Blanc merupakan rekan setim Zidane saat membawa Perancis menjuarai Piala Dunia 1998. Sejauh ini, karier kepelatihan Blanc selalu di "kota mode", mulai dari membesut Bordeaux (2007-2010), Timnas Perancis (2010-2012), hingga Paris Saint-Germain (2013-2016).

Blanc berhasil mengakhiri dominasi Olympique Lyon yang selalu menjadi juara dalam tujuh musim beruntun dengan membawa Bordeaux memenangi Liga Perancis pada 2008-2009.

Dalam tiga musim menukangi PSG, Blanc juga sanggup memberikan 11 trofi, termasuk tiga gelar Ligue 1 secara berturut-turut. Namun, Blanc belum mampu memberikan prestasi di kancah Eropa untuk Les Parisiens.

4. Carlo Ancelotti (Tanpa Klub)

Ekspresi pelatih Bayern Muenchen, Carlon Ancelotti, saat menyaksikan permainan anak asuhnya dalam pertandingan pertama perempat final Liga Champions kontra Real Madrid, 12 April 2017. Odd ANDERSEN / AFP Ekspresi pelatih Bayern Muenchen, Carlon Ancelotti, saat menyaksikan permainan anak asuhnya dalam pertandingan pertama perempat final Liga Champions kontra Real Madrid, 12 April 2017.

Ancelotti merupakan guru dari Zidane. Zidane pernah menjadi asisten pelatih Ancelotti di Real Madrid dalam periode 1 Juli 2013 sampai 30 Juni 2014.

Ancelotti merupakan pakar kompetisi Eropa. Dia sudah tiga kali memenangi Liga Champions bersama AC Milan (2003, 2007) dan Real Madrid (2014).

Tak heran, eks peracik strategi Juventus ini didaulat sebagai pelatih terbaik dunia versi IFFHS pada 2007 dan 2014. Teranyar, Ancelotti membantu Bayern Muenchen merengkuh gelar Liga Jerman (2017) dan Piala Super Jerman (2016, 2017).

5. Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur)

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menyaksikan timnya bertanding melawan Bayer Leverkusen, pada ajang Liga Champions di Stadion Wembley, Rabu (2/11/2016) waktu setempat.ADRIAN DENNIS/AFP Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menyaksikan timnya bertanding melawan Bayer Leverkusen, pada ajang Liga Champions di Stadion Wembley, Rabu (2/11/2016) waktu setempat.

Pochettino menjadi sosok yang membuat Tottenham Hotspur masuk dalam daftar big six di Liga Inggris. Sejak menakhodai Spurs pada 27 Mei 2014, Pochettino sukses menyulap timnya menjadi ditakuti, setidaknya di kompetisi kasta teratas negeri Ratu Elizabeth II.

Dia bahkan nyaris mengalahkan Leicester City dalam perburuan titel Premier League pada 2015-2016 meski akhirnya harus bertengger di posisi ketiga klasemen.

Spurs kemudian dibawa Pochettino menjadi runner-up Liga Inggris pada musim lalu. Pada musim ini, Pochettino menjadi biang keladi kegagalan Real Madrid menjadi juara Grup H di Liga Champions.

Keberhasilan pasukan Pochettino menumbangkan Real Madrid 3-1 di Stadion Wembley dan bermain imbang 1-1 di Stadion Santiago Bernabeu menjadi kunci keberhasilan Harry Kane dkk lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai pentolan Grup H. (Septian Tambunan)


EditorAloysius Gonsaga AE
SumberBolaSport
Komentar

Close Ads X