Demi ke Eropa, Egy Maulana Siap Belajar Bahasa Asing Non-Inggris - Kompas.com

Demi ke Eropa, Egy Maulana Siap Belajar Bahasa Asing Non-Inggris

Kompas.com - 06/01/2018, 10:36 WIB
Pemain timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri Merayakan golnya saat melawan timnas Kamboja U-19 di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10/2017). Timas Indonesia U-19 Menang 2-0 melawan Timnas Kamboja U-19.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pemain timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri Merayakan golnya saat melawan timnas Kamboja U-19 di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10/2017). Timas Indonesia U-19 Menang 2-0 melawan Timnas Kamboja U-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada satu kendala yang dihadapi Egy Maulana Vikri ketika mengikuti latihan bersama sejumlah klub Eropa. Kendala itu adalah bahasa asing non-Inggris. 

Egy Maulana mengaku telah menjajal latihan di Eropa. Hal itu dilakukan sebagai persiapan pemain berusia 17 tahun itu untuk menapak ke jenjang karier profesional. 

"Ada Spanyol, Jerman, Polandia, Perancis, Portugal, dan Italia," ujar Egy Maulana setelah menemui Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, di Jakarta, Jumat (5/1/2017).  

Dalam periode tersebut, Egy mengaku terkendala dengan bahasa asing. Selama ini, cuma bahasa Inggris yang dipahami oleh pemain asal Medan itu. 

"Hal itu introspeksi buat diri saya sendiri karena kadang masih salah posisi. Saya baru menyadari setelah ada orang yang menggunakan bahasa Inggris dan lebih banyak memperhatikan mereka bermain," kata dia, .

Pemain tim nasional U-19 itu juga mengaku lebih banyak diam di ruang ganti pemain ketika berlatih di sejumlah klub di Eropa.

"Kecuali saya diajak ngobrol pakai bahasa Inggris, saya baru merespons," katanya.

Dia mengaku tidak mempersoalkan posisi ketika bermain di klub di Eropa selama masih mampu berkarier di benua biru itu.

"Sebenarnya, orang Indonesia punya kemampuan untuk bermain di Eropa. Hanya mental dan daya tahan saja yang dibutuhkan," ujar dia.

Setelah berlatih di Eropa, Egy tentu berharap bisa dipinang oleh salah satu di antaranya. Namun, dia belum bersedia menyebut klub idamannya.

"Saya hanya mengikuti proses ketika berada di Eropa nanti. Saya masih harus menunggu satu hingga dua bulan mendatang," ujar dia, tentang keputusan terkait klub yang akan menjadi pilihannya.

Egy Maulana mengaku bersedia belajar bahasa asing sebagai bekal untuk meraih cita-citanya bermain di klub sepak bola di Eropa.

Sementara itu, Imam Nahrawi menyatakan dukungannya kepada Egy Maulana untuk bermain sebagai pemain profesional di Eropa setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Olahraga Ragunan, Jakarta.

"Kami akan mendukung cita-cita Egy untuk menaklukkan Eropa dan dunia. Kami memberikan ruang bagi dia untuk memilih klub dan negara mana yang sesuai," kata dia.

 

 

 

 

 


EditorJalu Wisnu Wirajati
Komentar

Close Ads X