Catatan El Clasico yang Bikin Zidane Khawatir

Kompas.com - 19/12/2017, 20:08 WIB
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menyaksikan aksi para pemainnya ketika melawan Tottenham Hotspur dalam laga penyisihan Grup H Liga Champions di Stadion Wembley, London, 1 November 2017.
ADRIAN DENNIS/AFPPelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menyaksikan aksi para pemainnya ketika melawan Tottenham Hotspur dalam laga penyisihan Grup H Liga Champions di Stadion Wembley, London, 1 November 2017.
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mungkin menjadi pihak yang paling berdebar-debar menjelang laga el clasico kontra rival abadi di Liga Spanyol, Barcelona. Sebab, sejarah tidak terlalu berpihak.

Zidane memang mempunyai catatan bagus dalam dua pertandingan terakhir. Pada dua leg Piala Super Spanyol, Real Madrid berhasil menang atas Barcelona dengan agregat 5-1.

Namun pada pertemuan perdana pada ajang Liga Spanyol kali ini, Zidane yang harus harap-harap cemas. BolaSport.com merangkum 3 alasan el clasico bisa perburuk catatan Real Madrid pada musim ini.

(Baca Juga: Ternyata, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Sama-sama Tak Sukai Kelakuan Presiden Klub)

1. Dominasi Barcelona di Santiago Bernabeu

Meski kalah pada pertemuan terakhir di Santiago Bernabeu pada final Piala Super Spanyol, Barcelona tetap menjadi klub yang garang saat bermain di kandang Real Madrid. Dalam lima musim terakhir, Barcelona berhasil menangi empat laga.

Ingatan tentang laga terakhir el clasico pada Liga Spanyol musim 2016-2017 di Bernabeu juga masih meninggalkan kepedihan. Terlebih saat Lionel Messi mencetak gol penentu kemenangan Barcelona pada injury time babak kedua.

2. Real Madrid bisa kehilangan pemain kunci

Bukan rahasia jika laga el clasico merupakan laga yang dikenal keras, baik dari kubu Real Madrid maupun Barcelona. Pada enam musim terakhir, total laga antara El Real dan El Barca telah menciptakan tujuh kartu merah dan 97 kartu kuning.

Jelas, Zidane harus memutar otak agar pertandingan penting ini tak menimbulkan korban kedisiplinan pemain. Kejadian kartu merah Cristiano Ronaldo pada leg pertama Piala Super Spanyol jelas tak ingin diulang oleh Zidane.

(Baca Juga: Mantan Striker Liverpool Ini Berubah dari Pecundang Menjadi Pahlawan Besar)

3. Versi tajam Barcelona vs versi tak normal dari Cristiano Ronaldo

Di lini depan, perbandingan kontras jelas terlihat antara Barcelona dan Real Madrid. Lionel Messi bermain dalam performa terbaiknya dengan 14 gol dari 16 penampilan di Liga Spanyol.

Belum lagi, Luis Suarez dan Paulinho juga dalam performa tajam dengan catatan 15 gol di liga domestik.

Bandingkan dengan Real Madrid dengan versi "tak normal" dari Crsitiano Ronaldo pada musim ini. Catatan 20 gol dari 25 laga terlihat kecil di ajang domestik karena CR7 hanya mencetak empat gol dari 11 penampilan di Liga Spanyol.

Masalah makin besar ketika lebih dari separuh kebobolan Real Madrid terjadi di hadapan publik sendiri. (Aditya Fahmi Nurwahid)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BolaSport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X