PSIS Vs Martapura FC, Rebut Tiket Promosi Tersisa

Kompas.com - 28/11/2017, 04:29 WIB
Pelatih Martapura FC Frans Sinatra Huwae saat berfoto dengan Pelatih PSIS Semarang, Subangkit, dalam konferensi pers Liga 2 di Hotel Courtyard, Bandung, Senin (27/11/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPelatih Martapura FC Frans Sinatra Huwae saat berfoto dengan Pelatih PSIS Semarang, Subangkit, dalam konferensi pers Liga 2 di Hotel Courtyard, Bandung, Senin (27/11/2017).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

BANDUNG, KOMPAS.com - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (28/11/2017), akan menjadi saksi laga hidup mati antara PSIS Semarang dan Martapura FC. Keduanya bakal berhadapan untuk memperebutkan satu tiket promosi tersisa ke Liga 1.

PSIS dan Martapura sama-sama menelan pil pahit saat kalah di fase semifinal. Pasca-kekalahan itu, kedua kubu praktis memikul beban berat. Meski demikian kedua tim sama-sama mengumbar optimisme untuk tetap memenangi pertandingan.

Pelatih PSIS, Subangkit berpendapat, laga nanti justru lebih menarik dibandingkan partai final Liga 2 yang mempertemukan Persebaya dengan PSMS Medan.

Ia berpendapat, pertemuan PSIS dengan Martapura menjadi partai penentu langkah menuju kasta tertinggi Liga Indonesia.

"Tentunya pertandingan perebutan juara 3 sekaligus promosi ke Liga 1 lebih seru, karena PSMS sama Persebaya sudah pasti masuk Liga 1," ucap Subangkit dalam sesi jumpa pers di Hotel Courtyard, Bandung, Senin (27/11/2017) sore.

Ia berharap anak asuhnya bisa tampil lebih lepas pasca-kekalahan atas PSMS Medan akhir pekan lalu.

"Pasca-kekalahan kemarin di semifinal lawan PSM,S mudah-mudahan tidak berdampak pada mental pemain saya. Tentunya berat sama bagi PSIS karena ini kesempatan terakhir untuk promosi ke Liga 1. Namun, saya sudah bicara sama pemain, lepas saja," tuturnya.

Fokus

Di tempat yang sama, Pelatih Martapura Frans Sinatra Huwae menginstruksikan anak asuhnya agar tetap fokus menatap laga. Sadar ketegangan tak dapat dinetralisir, Frans hanya berupaya memberi suntikan moral agar timnya mampu tampil spartan hingga peluit panjang berbunyi.

"Kita lihat sekarang Persebya dan PSMS sudah pasti ke Liga 1. Mungkin akan lebih panas laga (PSIS vs Martapura) ini. Kami berusaha main untuk menang dan happy agar ketegangan bisa hilang. (Ketegangan) Itu menghambat," ucapnya.

Di luar urusan teknis, Frans berharap keberuntungan berpihak. Sebab, kata Frans, timnya sudah banyak lakukan upaya besar untuk mengangkat level klub.

"Mudah-mudahan rezeki nanti adalah rezeki Martapura. Kami ingin semua bersama pemain bisa meloncat ke Liga 1 termasuk sekarang. Kami dapat dukungan dari gubernur yang mau support agar bisa lolos ke Liga 1," tutur mantan pemain Barito Putera itu. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X