Real Madrid Menanti Egy Maulana Vikri - Kompas.com

Real Madrid Menanti Egy Maulana Vikri

Kompas.com - 20/10/2017, 16:07 WIB
Pemain timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri melewati pemain timnas Kamboja U-19 di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10/2017). Timas Indonesia U-19 Menang 2-0 melawan Timnas Kamboja U-19.
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pemain timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri melewati pemain timnas Kamboja U-19 di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10/2017). Timas Indonesia U-19 Menang 2-0 melawan Timnas Kamboja U-19.

KOMPAS.com - Egy Maulana Vikri mendapatkan tawaran untuk mengikuti seleksi dari tiga klub di Spanyol. Demikian disampaikan Subagja Suihan yang merupakan ayah angkat dari Egy.

"Sudah ada tiga klub yang akan menjadi tempat trial buat Egy, yakni Getafe, Espanyol, dan Real Madrid. Jadi, selepas membela timnas di Kualifikasi Piala AFC U-19 di Korsel, Egy akan berlatih di Spanyol," kata Subagja, seperti dikutip Kompas.com dari Tabloid Bola, Jumat (20/10/2017).

"Setelah itu, dia akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan urusan studi di Ragunan dan pergi lagi berlatih selama dua tahun di Eropa," ujar pengusaha asal Cirebon tersebut. 

Egy memang memiliki keinginan besar untuk menjalani karier sepak bola di luar negeri, khususnya Eropa. 

Baca juga: Darah Eropa dalam Diri Egy Maulana Vikri

Secara khusus, ia bahkan menyebut harapannya untuk tampil di turnamen antarklub paling akbar di Benua Biru atau Liga Champions. 

"Harapan berkarier di luar negeri pasti ada. Semua pesepak bola pasti ingin bermain di luar negeri dan merasakan atmosfer di sana," kata Egy.

"Kalau bisa, saya ingin main di Liga Champions dan menjadi orang Indonesia pertama yang tampil di ajang tersebut," tutur pemain terbaik sekaligus top scorer Piala Soeratin 2016 dengan 22 gol tersebut. 

Pengidola Arjen Robben dan klub Barcelona itu bukannya tak sadar bahwa perwujudan impiannya sangat berat. 

Bahkan, mungkin di luar akal sebagian orang Indonesia.

Namun, sebagaimana perjuangannya meninggalkan kota kelahiran Medan sejak usia 12 tahun untuk meniti karier di sepak bola, anak kedua dari tiga bersaudara ini tak sudi menyerah tanpa bertarung. 

"Kalau cuma mimpi buat apa? Harus dibuat nyata. Memang tidak gampang. Tidak seperti membalikkan telapak tangan. Harus kerja keras," tutur Egy.


EditorEris Eka Jaya

Close Ads X