Kompas.com - 17/10/2017, 15:28 WIB
Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda ditandu petugas kesehatan ketika bertanding melawan Semen Padang dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10/2017). Choirul Huda meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues. Persela Lamongan menang atas Semen Padang FC dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra/aww/17. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPenjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda ditandu petugas kesehatan ketika bertanding melawan Semen Padang dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10/2017). Choirul Huda meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues. Persela Lamongan menang atas Semen Padang FC dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra/aww/17.
|
EditorEris Eka Jaya

LAMONGAN, KOMPAS.com – Ucapan belasungkawa kepada mendiang kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, masih terus mengalir hingga kini, baik dari mantan rekan satu tim maupun eks pelatih tim Laskar Joko Tingkir, julukan Persela.

Jusmadi, mantan rekan satu tim Choirul Huda yang kini memperkuat Persegres Gresik United, mengatakan, Huda dianggap sebagai sosok senior dan figur panutan bagi para pemain Persela sehingga cukup wajar bila kemudian diangkat sebagai kapten tim.

"Saya kira almarhum Huda merupakan panutan bagi para pemain Persela. Saya pun banyak belajar keteladanan darinya. Sayang, semua berlalu begitu cepat," tutur Jusmadi yang dalam beberapa pertandingan terakhir dipercaya sebagai kapten tim Persegres, Selasa (17/10/2017).

Jusmadi sendiri sempat bergabung dengan skuad Persela pada musim 2014 hingga 2016, sebelum hengkang dan bergabung ke Persegres.

Baca juga: Berbenturan Saat Bermain, Kiper Persela Choirul Huda Meninggal Dunia

 

Bahkan, Jusmadi juga sempat ikut memberi penghormatan terakhir pada saat mendiang Choirul Huda dimakamkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia orangnya baik dan sering memberikan motivasi untuk membangkitkan semangat para pemain lain. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT," ucap dia.

Tidak hanya Jusmadi, mantan pelatih kiper Persela yang kini bergabung bersama Persebaya Surabaya, M Hadi, juga sempat terlihat datang langsung ke rumah duka di Jalan Basuki Rahmat No 66, Lamongan, guna memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga Choirul Huda.

"Semoga keluarga yang ditinggal dapat diberikan ketabahan. Bagaimanapun, Huda adalah sosok yang memiliki pengaruh di tim Persela karena dedikasi dan komitmennya yang tidak pernah berganti tim selama 18 tahun," kata M Hadi.

Di mata M Hadi, Choirul Huda merupakan sosok penjaga gawang senior yang memiliki skill komplet nan pintar, mulai dari kemampuan dalam mengamankan gawang hingga kepemimpinan di lapangan.

"Karena pengalaman yang dimilikinya itu, membuat tim pelatih cukup mudah dalam memberikan instruksi saat berlatih dan bertanding kepadanya," ujar dia.

Choirul Huda mengembuskan napas terakhir setelah membela Persela menghadapi Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10/2017) sore.

Jelang akhir babak pertama, Huda mengalami insiden dengan rekan sesama tim, Ramon Rodrigues. Meski sudah sempat mendapatkan perawatan medis, nyawa Huda tidak dapat diselamatkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.