Kompas.com - 16/10/2017, 23:32 WIB
Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda (tengah) memasuki lapangan sebelum pertandingan melawan Semen Padang dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10). Choirul Huda meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues. Persela Lamongan menang atas Semen Padang FC dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra/aww/17. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPenjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda (tengah) memasuki lapangan sebelum pertandingan melawan Semen Padang dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10). Choirul Huda meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues. Persela Lamongan menang atas Semen Padang FC dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra/aww/17.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

LAMONGAN, KOMPAS.com – Melihat dedikasi serta loyalitas yang ditunjukkan oleh Choirul Huda, manajemen Persela Lamongan memutuskan untuk mengistirahatkan nomor punggung 1 dari daftar tim, sebagai bentuk penghormatan.

Selain loyalitas dan dedikasi yang diberikan mendiang Huda kepada tim Laskar Joko Tingkir, yang notabene merupakan kebanggaan warga Lamongan, almarhum merupakan pesepak bola asli Lamongan.

“Sesuai hasil rapat dengan manajemen dan pengurus Persela, sepertinya perlu kami memberikan sebuah penghormatan kepada Choirul Huda atas dedikasi dan loyalitasnya selama ini,” ujar Bupati Lamongan Fadeli, saat bertakziah ke rumah duka di Jalan Basuki Rahmat No.66, Senin (16/10/2017).

“Hal itu kami sepakati, bakal tidak lagi menggunakan nomor punggung 1 dalam tim. Minimal, hingga sepuluh tahun ke depan,” ucap dia.

(Baca juga: Ini Pujian Ketum PSSI untuk Choirul Huda)

Ucapan Bupati Lamongan yang menjabat sebagai penasihat tim, juga dibenarkan oleh Manajer Persela, Yunan Achmadi. Ia menilai, penghargaan tersebut layak diberikan kepada Choirul Huda yang selama karier profesionalnya hanya memperkuat tim Laskar Joko Tingkir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hal ini kami sepakati, setelah melihat dedikasi dan loyalitas Huda selama ini bagi tim yang tak diragukan lagi. Ini sebagai bentuk penghormatan manajemen kepada loyalitas dan dedikasi Huda,” tutur Yunan.

“Terlebih Huda adalah pesepakbola asli Lamongan, yang selama kariernya juga hanya memperkuat Persela hingga akhir hayatnya,” kata dia.

Almarhum tercatat sudah 18 tahun berkiprah memperkuat Persela dan tidak pernah berpindah klub sekali pun, meskipun tawaran untuk memperkuat klub lain juga sempat menghampirinya beberapa kali.

(Baca juga: Terungkap, Rupanya Ini Alasan Choirul Huda Memilih Membela Persela Lamongan Seumur Hidup)

“Sebenarnya tawaran dari klub lain banyak, yang mohon maaf tidak bisa saya sebutkan. Namun, seiring perjalanan waktu, Huda memutuskan untuk tetap membela Persela hingga akhir hayatnya. Itu membuat kami merasa perlu untuk memberikan penghargaan kepadanya, atas loyalitas Huda selama ini,” ucap Yunan.

Huda sudah 18 tahun memperkuat Persela, sejak pertama kali mengawali karier profesionalnya sebagai pesepak bola. Hingga pada akhirnya dalam pertandingan kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Minggu (15/10/2017) sore, sebuah insiden didapatkan hingga Cak Huda dipanggil menghadap Sang Pencipta.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.