Penjelasan Dokter RSUD dr Soegiri soal Meninggalnya Choirul Huda

Kompas.com - 15/10/2017, 20:20 WIB
Jenazah kiper Persela Lamongan Choirul Huda akan langsung dimakamkan pada Minggu (15/10/2017) malam. Kontributor Kompas.com/Hamzah ArfahJenazah kiper Persela Lamongan Choirul Huda akan langsung dimakamkan pada Minggu (15/10/2017) malam.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.comKiper Persela Lamongan,  Choirul Huda, meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento, Minggu (15/10/2017).

Saat membawa Persela menang 2-0 ketika melawan Semen Padang, Huda sempat tak sadarkan diri karena terlibat benturan dan harus diganti pada menit ke-45.

Huda kemudian diberikan alat bantu pernapasan dari tabung oksigen.

Setelah itu, pemain yang membela Persela Lamongan sejak 1999 ini diangkut dengan mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit.

Mendapat penanganan pihak RS, kiper berusia 38 tahun itu kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Berbenturan Saat Bermain, Kiper Persela Choirul Huda Meninggal Dunia

Terkait peristiwa tersebut, pihak dari RSUD dr Soegiri Lamongan, yakni dokter Yudistiro Andri Nugroho, Spesialis Anastesi (Kepala unit Instalasi Gawat Darurat), memberi penjelasan.

Menurut pemeriksaan, Huda mengalami trauma benturan sehingga menyebabkan henti napas dan henti jantung.

"Choirul Huda mengalami trauma benturan dengan sesama pemain sehingga terjadi apa yang kita sebut henti napas dan henti jantung. Oleh teman-teman medis di stadion sudah dilakukan penanganan pembebasan jalan napas dengan bantuan napas. Kemudian, Huda dirujuk ke UGD RSUD dr Soegiri. Di ambulans, Huda juga ditangani secara medis untuk bantuan napas maupun untuk penanganan henti jantung," ujar Yudistrio Andri, Minggu.

Dia menjelaskan, pihak RS kemudian melakukan pemasangan alat bantu pernapasan terhadap Choirul Huda.

Baca juga: Persela Menang, Kiper Choirul Huda Tak Sadarkan Diri Kena Benturan

"Sesampainya di UGD, Huda segera ditangani. Kami melakukan pemasangan alat bantu napas yang sifatnya permanen. Kami lakukan inkubasi dengan memasang alat semacam pipa napas. Itu yang menjamin oksigen bisa 100 persen masuk ke paru-paru. Dengan itu, kami harapkan kami melakukan pompa otak sama jantung," tuturnya.

Dokter Yudistrio mengatakan, setelah diberi penanganan, sempat ada respons dari Choirul Huda, tetapi kemudian menurun.

"Sempat ada respons dari Choirul Huda dengan adanya gambaran kulit memerah, tetapi kondisinya tetap semakin menurun. Pompa jantung dan otak itu dilakukan selama satu jam tidak ada respons. Tidak ada refleks tanda-tanda kehidupan normal. Kemudian, kami menyatakan Huda meninggal pada pukul 16.45. Kami sudah mati-matian untuk mengembalikan fungsi vital tubuh Choirul Huda," ujarnya.

"Sesuai analisis awal benturan ada di dada dan rahang bawah. Ada kemungkinan trauma dada, trauma kepala, dan trauma leher. Di dalam tulang leher itu ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak. Di batang otak itu, ada pusat-pusat semua organ vital, pusat denyut jantung, dan napas," tuturnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manchester United Vs Liverpool, 2 Drama VAR, Setan Merah Unggul

Manchester United Vs Liverpool, 2 Drama VAR, Setan Merah Unggul

Liga Inggris
Hasil Liga Italia, Sampdoria Vs AS Roma Tanpa Gol

Hasil Liga Italia, Sampdoria Vs AS Roma Tanpa Gol

Liga Italia
Klasemen Liga 1, Persija Keluar dari Zona Degradasi Setelah Tekuk PSM

Klasemen Liga 1, Persija Keluar dari Zona Degradasi Setelah Tekuk PSM

Jadwal dan Klasemen
358 Peserta Lolos Screening Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Surabaya

358 Peserta Lolos Screening Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Surabaya

Olahraga
Final Denmark Open 2019, Marcus/Kevin Kalahkan Ahsan/Hendra dalam Waktu 28 Menit

Final Denmark Open 2019, Marcus/Kevin Kalahkan Ahsan/Hendra dalam Waktu 28 Menit

Olahraga
Denmark Open 2019, Kunci Sukses Praveen/Melati Raih Gelar Perdana

Denmark Open 2019, Kunci Sukses Praveen/Melati Raih Gelar Perdana

Olahraga
Juara Denmark Open 2019, Praveen/Melati Peringkat 5 Dunia pada Pekan Depan

Juara Denmark Open 2019, Praveen/Melati Peringkat 5 Dunia pada Pekan Depan

Olahraga
Link Live Streaming Manchester United Vs Liverpool, Kickoff 22.30 WIB

Link Live Streaming Manchester United Vs Liverpool, Kickoff 22.30 WIB

Liga Inggris
PSM Vs Persija, Simic Bawa Macan Kemayoran Raih Kemenangan Pertama Saat Tandang

PSM Vs Persija, Simic Bawa Macan Kemayoran Raih Kemenangan Pertama Saat Tandang

Liga Indonesia
Hasil Persipura Vs Arema, Kemenangan Mutiara Hitam di Depan Mata Buyar

Hasil Persipura Vs Arema, Kemenangan Mutiara Hitam di Depan Mata Buyar

Liga Indonesia
Di Mata Ibrahimovic, Mourinho Masih yang Spesial, kalau Guardiola...

Di Mata Ibrahimovic, Mourinho Masih yang Spesial, kalau Guardiola...

Corner
Sassuolo Vs Inter, Nerazzurri Menang dan Tempel Juventus di Puncak Klasemen

Sassuolo Vs Inter, Nerazzurri Menang dan Tempel Juventus di Puncak Klasemen

Liga Italia
Jelang Man United Vs Liverpool, Solskjaer Harap Keajaiban Paris Terulang

Jelang Man United Vs Liverpool, Solskjaer Harap Keajaiban Paris Terulang

Liga Inggris
Bhayangkara FC Vs Persib, Maung Bandung Ingin Pertahankan Momentum

Bhayangkara FC Vs Persib, Maung Bandung Ingin Pertahankan Momentum

Liga Indonesia
Kalahkan Wakil China, Praveen/Melati Juara Denmark Open 2019

Kalahkan Wakil China, Praveen/Melati Juara Denmark Open 2019

Olahraga
komentar di artikel lainnya
Close Ads X