Kompas.com - 13/10/2017, 08:12 WIB
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Presiden klub Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, akan menghadapi penyidikan terkait dugaan korupsi dana hak siar Piala Dunia 2018.

Seperti diberitakan oleh situs Marca, pihak jaksa penuntut umum Swiss (OAG) akan menjadi penyidik Al-Khelaifi terhadap indikasi korupsi, suap, dan pemalsuan dokumen.

OAG mengklaim bahwa Al-Khelaifi menyuap mantan Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, demi mendapatkan hak siaran Piala Dunia 2026 dan 2030.

Baca juga: Presiden PSG: Harga Neymar Tidak Mahal...

"Jerome Valcke dicurigai menerima suap dari seorang pengusaha sektor olahraga terkait hak siar Piala Dunia 2018, 2022, 2026, dan 2030 di beberapa negara," demikian kata salah satu penyidik OAG.

"Valcke juga terindikasi mendapat suap dari Al-Khelaifi untuk hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030 di negara tertentu," lanjutnya.

Seperti diketahui, PSG bukan satu-satunya bisnis Al-Khelaifi.

Dia juga merupakan pemilik salah satu jaringan televisi.

Tuduhan terhadap Al-Khelaifi tersebut disinyalir terlibat langsung dengan tuduhan kasus korupsi yang dilakukan Qatar saat mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.