Bhayangkara FC Gagal Menang atas Persib, Simon McMenemy Kecewa

Kompas.com - 25/09/2017, 06:12 WIB
Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy dan penyerang Subo Seto saat hadir dalam konferensi pers usai laga kontra Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (24/9/2017) KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy dan penyerang Subo Seto saat hadir dalam konferensi pers usai laga kontra Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (24/9/2017)
|
EditorEris Eka Jaya

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, kecewa meski sukses menahan imbang tuan rumah Persib 1-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (24/9/2017) malam.

Simon menilai, anak asuhnya sudah bermain bagus selama pertandingan. Bahkan, The Guardian sempat unggul lewat gol Paulo Sergio pada menit ke-27, sebelum akhirnya disamakan oleh Michael Essien.

"Jujur sedikit kecewa dengan hasil ini karena anak-anak Bhayangkara FC bukan pemain besar, tetapi bisa ke Bandung melawan klub besar dengan fans fantastis," ucap Simon seusai laga.

"Mereka di sini main bagus pada babak pertama. Saya harus memberikan kredit untuk anak-anak karena bekerja sangat ekstra keras dan bisa menghasilkan gol pada babak pertama," tuturnya. 

Simon menyayangkan banyak peluang yang dimiliki timnya, tetapi tak mampu dikonversi menjadi gol. Ia pun mengatakan, ada penurunan tempo bermain pada babak kedua yang berakibat Persib mampu membuyarkan kemenangan timnya.

"Cuma, di babak kedua, anak-anak sedikit melambat dan Persib bermain bagus, memberi tekanan, mungkin 25 menit awal babak kedua, tetapi Awan Seto banyak melakukan penyelamatan. Yang sedikit kecewa, banyak peluang babak kedua yang seharusnya bisa diselesaikan," tuturnya.

Kehadiran puluhan ribu suporter Persib tak membuat Bhayangkara FC ciut nyali. Bahkan, di bawah tekanan, Evan Dimas cs mampu menguasai jalannya pertandingan.

Statistik mencatat, Bhayangkara FC unggul dalam penguasaan bola, yakni 51 persen berbanding 49 persen. Simon tak menyangkal jika solidnya lini tengah menjadi kunci dalam laga itu.

"Jadi, kuncinya antara gabungan pemahaman dari pemain dan mereka juga sering melatih itu di latihan, mendominasi lini tengah. Anak-anak juga punya teknik bagus untuk melakukannya, seperti Subo Seto, Evan Dimas, dan Paulo. Banyak sekali pemain yang memungkinkan mendominasi di lini tengah seperti babak pertama, fantastis sekali," katanya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X