Kompas.com - 06/09/2017, 08:12 WIB
Kiper sekaligus kapten timnas Italia, Gianluigi Buffon, melambaikan tangan kepada suporter usai pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Israel di Reggio Emilia, 5 September 2017. VINCENZO PINTO/AFPKiper sekaligus kapten timnas Italia, Gianluigi Buffon, melambaikan tangan kepada suporter usai pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Israel di Reggio Emilia, 5 September 2017.
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Tim nasional Italia dengan susah payah meraih kemenangan 1-0 atas Israel di Stadion Mappei, Selasa (5/9/2017) atau Rabu dini hari WIB. Gol semata wayang dalam pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2018 itu hasil dari tandukan Ciro Immobile pada menit ke-53.

Namun, kemenangan tersebut tampaknya tidak cukup untuk membuat pendukung Italia puas. Terlebih Gli Azzurri sangat kesulitan untuk mencetak gol.

Hampir selama pertandingan, tim arahan pelatih Gianpiero Ventura itu mendapat cemoohan dari penonton yang datang ke stadion. Selain karena kesulitan saat menghadapi Israel, cemoohan ini lebih disebabkan oleh kekalahan 0-3 yang diderita Italia dari Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (1/9/2017) atau Minggu dini hari WIB.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi Piala Dunia, Spanyol Menang Telak atas Italia

Dalam laga tersebut, Italia tidak mampu berbuat banyak, meskipun bertandingan berjalan berimbang dengan penguasaan bola sama, 50-50. Hal ini membuat kiper sekaligus kapten tim Italia, Gianluigi Buffon, sangat kecewa. Bagi kiper berusia 39 tahun itu, penguasaan bola adalah filosofi permainan Spanyol, bukan tim Italia.

"Ya, terkadang ada cemoohan yang muncul ketika kami tidak dapat menemukan jalan keluar di dalam pertandingan. Namun, itu adalah bagian dari filosofi kami," ucap Buffon seusai kalahkan Israel kepada Rai Sport.

Baca Juga: Italia Kalah Telak, Ventura Akui Spanyol Tampil Lebih Baik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak ada yang peduli dengan kepemilikan bola di Italia. Di Spanyol, semua penonton akan bertepuk tangan ketika tim mereka melakukan 200 operan dalam jarak 20 meter dan itu adalah lelucon," tuturnya.

Buffon juga mengatakan bahwa jika Italia memaksakan untuk bermain dengan gaya seperti itu, justru akan berdampak buruk bagi permainan tim.

"Jika kami mencoba untuk memaksakan bermain sesuai dengan keinginan penonton, pasti akan ada banyak risiko yang akan kami hadapi di lini pertahanan," kata Buffon.

"Pelatih telah membuat keputusan sebagai bagian dari tugasnya yang terinspirasi oleh karakteristik para pemain kami. Saya pikir dia telah melakukan pekerjaannya dengan baik," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Vs Kamboja, Evan Dimas Bawa Garuda Unggul 2-0

Indonesia Vs Kamboja, Evan Dimas Bawa Garuda Unggul 2-0

Liga Indonesia
Profil Syahrul Fadil, Kiper Timnas Indonesia Pertama di Piala AFF 2020

Profil Syahrul Fadil, Kiper Timnas Indonesia Pertama di Piala AFF 2020

Sports
Indonesia Vs Kamboja - Sundulan Rachmat Irianto Bawa Garuda Unggul

Indonesia Vs Kamboja - Sundulan Rachmat Irianto Bawa Garuda Unggul

Liga Indonesia
Multistage Fitness Test: Pengertian dan Manfaatnya untuk Kebugaran Jasmani

Multistage Fitness Test: Pengertian dan Manfaatnya untuk Kebugaran Jasmani

Sports
Resmi, SEA Games Vietnam 2022 Pertandingkan 40 Cabor

Resmi, SEA Games Vietnam 2022 Pertandingkan 40 Cabor

Sports
Kiat dan Tantangan yang Dihadapi Sean Gelael di Danau Toba Rally 2021

Kiat dan Tantangan yang Dihadapi Sean Gelael di Danau Toba Rally 2021

Sports
Batal Tanding di Kejuaraan Dunia 2021, Ginting Ingin Istirahat dan Bersiap Tatap Musim Depan

Batal Tanding di Kejuaraan Dunia 2021, Ginting Ingin Istirahat dan Bersiap Tatap Musim Depan

Badminton
Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Kamboja, 4-3-3 Shin Tae-yong dalam Laga Perdana Piala AFF

Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Kamboja, 4-3-3 Shin Tae-yong dalam Laga Perdana Piala AFF

Liga Indonesia
Pandemi Covid-19, Inggris Perketat Kembali Aturan Menonton Langsung Laga Sepak Bola

Pandemi Covid-19, Inggris Perketat Kembali Aturan Menonton Langsung Laga Sepak Bola

Sports
Posisi Wander Luiz dan Geoffrey Castillion dalam Skuad Persib di Ujung Tanduk?

Posisi Wander Luiz dan Geoffrey Castillion dalam Skuad Persib di Ujung Tanduk?

Liga Indonesia
Keterpurukan Barcelona, 60 Pemain Menyamai atau Melebihi Kesuburan Skuad Barca Musim Ini

Keterpurukan Barcelona, 60 Pemain Menyamai atau Melebihi Kesuburan Skuad Barca Musim Ini

Liga Champions
ONE Championship, Rudy Agustian Siap Tarung Lawan Chan Rothana

ONE Championship, Rudy Agustian Siap Tarung Lawan Chan Rothana

Sports
Link Live Streaming Indonesia Vs Kamboja, Kickoff 19.30 WIB

Link Live Streaming Indonesia Vs Kamboja, Kickoff 19.30 WIB

Internasional
Harapan Sederhana Zidane Iqbal yang Kesampaian di Teater Impian

Harapan Sederhana Zidane Iqbal yang Kesampaian di Teater Impian

Liga Champions
Kalah di Tiga Big Match Beruntun, Kans Persib Juara Paruh Musim Sirna

Kalah di Tiga Big Match Beruntun, Kans Persib Juara Paruh Musim Sirna

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.