Kompas.com - 29/08/2017, 19:56 WIB
Penyerang Malaysia, Thanabalan A/L Nadarajah (tengah), berusaha menggapai bola yang mengarah ke penjaga gawang Timnas U-22 Indonesia, Satria Tama Hardiyanto (kanan), dalam pertandingan semifinal SEAE Games 2017 di Shah Alam Stadium, Shah Alam, Sabtu (26/8/2017).
Mohd RASFAN/AFPPenyerang Malaysia, Thanabalan A/L Nadarajah (tengah), berusaha menggapai bola yang mengarah ke penjaga gawang Timnas U-22 Indonesia, Satria Tama Hardiyanto (kanan), dalam pertandingan semifinal SEAE Games 2017 di Shah Alam Stadium, Shah Alam, Sabtu (26/8/2017).
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Satria Tama tampil sangat mengesankan di bawah mistar gawang Tim Nasional (Timnas) U-22 Indonesia selama berlaga dalam ajang SEA Games 2017. Tak heran jika dia menuai banyak pujian.

Satria Tama kini menjadi idola baru timnas Indonesia setelah dia melakukan sejumlah penyelamatan gemilang saat lawan Vietnam dan Myanmar. Ini membuat Satria Tama dijuluki "Tangan Malaikat" oleh warga Indonesia karena berulang kali melakukan penyelamatan.

Bahkan performa gemilang penjaga gawang Persegres Gresik United itu ternyata mengalahkan performa kiper sekaliber Gianluigi Buffon saat menjaga gawang Juventus dalam ajang Liga Champions 2016-2017 melawan Olympique Lyon (18/10/2016).

Buffon terpilih sebagai Man of the Match oleh Squawka saat itu. Buffon berhasil melakukan beberapa kali penyelamatan dan menjaga gawangnya tidak kebobolan.

Dalam pertandingan tersebut, Buffon bahkan sukses menggagalkan penalti Alexandre Lacazette. Dari pertandingan tersebut Squawka mencatatkan bahwa Buffon melakukan empat penyelamatan sehingga Juventus tidak kebobolan.

Jumlah penyelamatan tersebut ternyata sama dengan jumlah penyelamatan yang dilakukan oleh Satria Tama saat melawan Vietnam dalam laga keempat penyisihan Grup B. Labbola mencatat Satria Tama melakukan empat penyelamatan dari gempuran Nguyen Cong Phuong dkk, sehingga laga berakhir 0-0. Inilah yang menghidupkan peluang Timnas U-22 lolos ke semifinal SEA Games.

Meskipun demikian, ada pembeda dari aksi dua penjaga gawng tersebut. Satria Tama tidak tampil penuh selama 90 menit karena dia mengalami cedera pada pertengahan pertandingan sedangkan Buffon tampil penuh selama 90 menit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, jumlah penyelamatan Satria Tama saat melawan Myanmar ternyata mengalahkan Buffon saat melawan Olympique Lyon. Labbola mencatatkan Satria Tama Melakukan enam penyelamatan meski harus kebobolan satu gol.

Akankah Satria Tama bisa menyamai prestasi Buffon, sang legenda hidup? Kita doakan saja!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayern Vs Barcelona, Seruan Beri Segalanya di Laga bak Final Barca...

Bayern Vs Barcelona, Seruan Beri Segalanya di Laga bak Final Barca...

Liga Champions
AC Milan Vs Liverpool - Meski Sulit, Tomori Yakin Rossoneri Bisa Lolos

AC Milan Vs Liverpool - Meski Sulit, Tomori Yakin Rossoneri Bisa Lolos

Liga Champions
Pasca-insiden All England 2021, BWF Akan 'Istimewakan' Indonesia

Pasca-insiden All England 2021, BWF Akan "Istimewakan" Indonesia

Badminton
Pendaratan Telapak Kaki dalam Lari Jarak Menengah

Pendaratan Telapak Kaki dalam Lari Jarak Menengah

Sports
Variasi Gerak Dasar Lokomotor, Non-lokomotor, dan Manipulatif dalam Pencak Silat

Variasi Gerak Dasar Lokomotor, Non-lokomotor, dan Manipulatif dalam Pencak Silat

Sports
H-2 Timnas Indonesia Vs Kamboja, Skuad Garuda Jalani Latihan di Hotel

H-2 Timnas Indonesia Vs Kamboja, Skuad Garuda Jalani Latihan di Hotel

Liga Indonesia
Piala AFF 2020 - Dua Pemain Malaysia Positif Covid-19, Timnas Indonesia Perketat Prokes

Piala AFF 2020 - Dua Pemain Malaysia Positif Covid-19, Timnas Indonesia Perketat Prokes

Liga Indonesia
Penerima Asisst Egy Maulana Vikri Hengkang dari FK Senica

Penerima Asisst Egy Maulana Vikri Hengkang dari FK Senica

Liga Indonesia
PSG Vs Club Brugge -  Achraf Hakimi Tak Masalah Paris Runner Up Grup

PSG Vs Club Brugge - Achraf Hakimi Tak Masalah Paris Runner Up Grup

Liga Champions
Klasemen Piala AFF 2020, Indonesia Masih di Bawah Malaysia

Klasemen Piala AFF 2020, Indonesia Masih di Bawah Malaysia

Liga Indonesia
Lawan Viking, Klub Norwegia Gunakan Jersey dengan QR Code Menentang Piala Dunia Qatar 2022

Lawan Viking, Klub Norwegia Gunakan Jersey dengan QR Code Menentang Piala Dunia Qatar 2022

Internasional
Teknik Dasar Bola Voli untuk Memukul Bola secara Keras

Teknik Dasar Bola Voli untuk Memukul Bola secara Keras

Sports
RB Leipzig Vs Man City - Hormati Kompetisi, Guardiola Tak Main-main

RB Leipzig Vs Man City - Hormati Kompetisi, Guardiola Tak Main-main

Liga Champions
Terungkap, Performa Lionel Messi Turun karena Cuaca Dingin

Terungkap, Performa Lionel Messi Turun karena Cuaca Dingin

Liga Lain
Kapan Terakhir Kali Barcelona Bermain di Liga Europa?

Kapan Terakhir Kali Barcelona Bermain di Liga Europa?

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.