Kompas.com - 26/08/2017, 10:25 WIB
Para pemain timnas U-22 Indonesia memasuki Stadion Shah Alam, Selangor, untuk melawan Thailand pada partai Grup B SEA Games 2017, 15 Agustus 2017. HERKA YANIS PANGARIBOWO/BOLASPORTPara pemain timnas U-22 Indonesia memasuki Stadion Shah Alam, Selangor, untuk melawan Thailand pada partai Grup B SEA Games 2017, 15 Agustus 2017.
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Duel timnas Malaysia versus Indonesia pada semifinal SEA Games 2017 di Stadion Shah Alam, Sabtu (26/8/2017), menjadi ajang sua tim tajam dengan tim pemilik pertahanan tertangguh.

Malaysia mencetak 10 gol sepanjang fase grup, hanya kalah banyak dari Myanmar dan Vietnam (12 gol). Ketajaman Thanabalan Nadarajah cs layak diwaspadai Indonesia sepanjang pertandingan karena produktivitas mereka tersebar merata.

Harimau Malaya mencetak masing-masing lima gol pada babak pertama dan kedua. Periode yang paling wajib diwaspadai oleh pertahanan Indonesia adalah seperempat jam terakhir menjelang turun minum dan di antara menit 61-75.

Baca Juga: SEA Games 2017, Indonesia Harus Manfaatkan Celah Menit "Neraka" Malaysia

Dalam jendela waktu tersebut, Malaysia paling sering mencetak gol dengan jumlah tiga kali memasukkan. Periode selanjutnya yang menjadi alarm buat Rezaldi Hehanusa dkk adalah seperempat jam terakhir laga.

Dalam dua partai teranyar, Malaysia mencetak dua gol selama fase waktu tersebut.

Bagus untuk timnas U-22 Indonesia, konsistensi pertahanan mereka teruji saat memasuki periode tajam Malaysia tersebut. Indonesia baru kebobolan sekali pada fase grup, paling minim bersama Thailand.

Baca Juga: Anggap Malaysia Lemah, Penyerang Thailand Pilih Indonesia di Final

Contohnya dalam laga keempat, lini belakang Indonesia terbukti kukuh bertahan dari gempuran Vietnam meski bermain dengan 10 orang dalam setengah jam terakhir setelah Hanif Sjahbandi mendapat dua kartu kuning.

Toh, catatan empat clean-sheet beruntun tak lantas jadi modal bila fokus pemain tak dipertebal sejak awal. Garuda Muda masih rawan diserang justru tak lama seusai start di tengah upaya menemukan ritme permainan yang stabil.

Satu-satunya gol ke gawang timnas juga muncul pada menit ke-14 oleh pemain Thailand, Chaiyawat Buran.

Tantangan di aspek defensif bisa bertambah lantaran dalam laga kali ini Indonesia tak bisa diperkuat defender sekaligus kapten Hansamu Yama. Hansamu absen karena akumulasi kartu, padahal dia selalu tampil penuh dalam partai fase grup.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada “Murid Jahat” Mourinho di Balik Kejutan Gambia di Piala Afrika

Ada “Murid Jahat” Mourinho di Balik Kejutan Gambia di Piala Afrika

Internasional
Ini Fokus Pertama dan Utama Pengembangan Atletik di Indonesia

Ini Fokus Pertama dan Utama Pengembangan Atletik di Indonesia

Sports
Bintang Blasteran Thailand Akan Susul Chanathip Songkrasin ke Liga Jepang

Bintang Blasteran Thailand Akan Susul Chanathip Songkrasin ke Liga Jepang

Liga Lain
Piala Afrika 2021, Korban Tewas Akibat Kerusuhan di Stadion Bertambah

Piala Afrika 2021, Korban Tewas Akibat Kerusuhan di Stadion Bertambah

Internasional
Bonucci: Premier League Punya Ritme Lebih Tinggi Dibandingkan Serie A

Bonucci: Premier League Punya Ritme Lebih Tinggi Dibandingkan Serie A

Liga Italia
Diskriminasi di Piala Afrika, Hingga Muncul Anggapan Sadio Mane Tak Mungkin Cuci Celana Dalam Sendiri

Diskriminasi di Piala Afrika, Hingga Muncul Anggapan Sadio Mane Tak Mungkin Cuci Celana Dalam Sendiri

Internasional
Tujuan Khusus Malaysia Percayakan Wajah Baru Jelang Piala AFF U23 2022

Tujuan Khusus Malaysia Percayakan Wajah Baru Jelang Piala AFF U23 2022

Liga Indonesia
Ini 3 Fokus Utama Pengembangan Atletik di Indonesia

Ini 3 Fokus Utama Pengembangan Atletik di Indonesia

Sports
Hingga Akhir Januari, Liga 1 Dipastikan Masih Tidak Boleh Dihadiri Penonton di Stadion

Hingga Akhir Januari, Liga 1 Dipastikan Masih Tidak Boleh Dihadiri Penonton di Stadion

Liga Indonesia
Jadwal Timnas Indonesia Vs Timor Leste, 2 Laga di FIFA Matchday

Jadwal Timnas Indonesia Vs Timor Leste, 2 Laga di FIFA Matchday

Liga Indonesia
Kisah Karier Beto Goncalves, Tak Pernah Menyerah Saat Beberapa Kali Gagal di Brasil

Kisah Karier Beto Goncalves, Tak Pernah Menyerah Saat Beberapa Kali Gagal di Brasil

Liga Indonesia
Persita Vs Persija, Makan Konate Dipastikan Bisa Perkuat Macan Kemayoran

Persita Vs Persija, Makan Konate Dipastikan Bisa Perkuat Macan Kemayoran

Liga Indonesia
Persita Vs Persija: Sudirman Menjadi Ancaman Pendekar Cisadane

Persita Vs Persija: Sudirman Menjadi Ancaman Pendekar Cisadane

Liga Indonesia
Sepakat Damai, BAM Izinkan Lee Zii Jia Jadi Pemain Profesional

Sepakat Damai, BAM Izinkan Lee Zii Jia Jadi Pemain Profesional

Badminton
Manajemen Persib Pastikan Posisi Robert Alberts Masih Aman

Manajemen Persib Pastikan Posisi Robert Alberts Masih Aman

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.