SEA Games 2017, Marinus Beberkan Awal Kericuhan Usai Laga Melawan Kamboja

Kompas.com - 25/08/2017, 05:44 WIB
Pemain Timnas U-22 Marinus Mariyanto Wanewar (kedua kiri) menggiring bola dibayangi empat pemain Timnas U-22 Kamboja pada laga terakhir penyisihan grup B SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (24/8/2017). Timnas Indonesia mendukkan Kamboja denga skor 2-0 sekaligus mengantarkan Indonesia ke babak semifinal. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPemain Timnas U-22 Marinus Mariyanto Wanewar (kedua kiri) menggiring bola dibayangi empat pemain Timnas U-22 Kamboja pada laga terakhir penyisihan grup B SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (24/8/2017). Timnas Indonesia mendukkan Kamboja denga skor 2-0 sekaligus mengantarkan Indonesia ke babak semifinal.
EditorAloysius Gonsaga AE

Laporan wartawan BolaSport, Estu Santoso, dari Selangor, Malaysia

KOMPAS.com - Striker timnas U-22 Indonesia, Marinus Mariyanto Wanewar, membeberkan awal mula kericuhan yang melibatkan dirinya pada laga kontra Kamboja. Penyerang Persipura Jayapura ini mengaku menjadi target para pemain lawan.

Timnas U-22 bertemu Kamboja pada laga terakhir penyisihan Grup B SEA Games 2017 di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (24/8/2017). Tim besutan Luis Milla ini menang 2-0 berkat gol Ezra Walian dan Febri Haryadi.

Baca Juga: SEA Games 2017, Andik Optimistis Indonesia Sabet Emas jika Lewati Malaysia

Namun kemenangan ini ternoda oleh kericuhan di lapangan. Marinus dan sejumlah pemain Timnas U-22 terlibat kericuhan dengan pemain Kamboja.

"Saya dihantam terus. Wasit juga berat sebelah. Saya balas karena tidak bisa menahan emosi," ucap Marinus kepada wartawan selepas laga.

Kejadian tersebut mendapat sorotan dari pelatih Milla. Marinus mendapat teguran dari pelatih asal Spanyol tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca Juga: Indonesia Vs Malaysia di SEA Games 2013, di Balik Tepisan Kurnia Meiga

"Coach Milla bilang agar kejadian tadi jangan sampai diulangi lagi. Dia bilang saya harus mengubah itu agar bisa menjadi pemain besar pada masa depan," tutur pemain asal Papua ini.

Dalam perebutan tiket final, Timnas U-22 Indonesia akan melawan Malaysia yang merupakan juara Grup A. Pertandingan semifinal akan digelar pada 26 Agustus.

Marinus dipastikan absen pada laga tersebut karena terkena akumulasi kartu kuning. Kartu kuning terakhir dilayangkan kepadanya dalam laga itu, termasuk kepada Hansamu Yama dan Muhammad Hargianto, sehingga Indonesia tanpa tiga pilar tersebut pada semifinal.

Baca tentang


Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X