Kompas.com - 24/08/2017, 07:34 WIB
Febri Hariyadi diganjar kartu kuning saat timnas U-22 Indonesia melawan Vietnam pada partai Grup B SEA Games 2017 di Selayang Municipal Council, 22 Agustus 2017. FERI SETIAWAN/BOLASPORTFebri Hariyadi diganjar kartu kuning saat timnas U-22 Indonesia melawan Vietnam pada partai Grup B SEA Games 2017 di Selayang Municipal Council, 22 Agustus 2017.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com - Nasib tim nasional (timnas) U-22 Indonesia bisa ditentukan oleh jumlah kartu kuning dan merah pada SEA Games 2017.

Skenario itu berlaku apabila timnas U-22 Indonesia cuma menang 2-0 atas Kamboja pada laga pamungkas Grup B di Stadion Shah Alam, Selangor, Kamis (24/8/2017).

Sementara itu, laga antara Thailand dan Vietnam berakhir dengan skor 0-0 pada waktu bersamaan.

Baca juga: Utak-atik Peluang Timnas di SEA Games 2017 - Biar Aman, Indonesia Harus Menang 3-0 atas Kamboja

Dua hasil itu bakal membuat Indonesia, Thailand, dan Vietnam sama-sama mengoleksi sebelas poin dari lima pertandingan.

Vietnam dipastikan lolos sebagai juara grup berbekal selisih gol cukup besar. Adapun Indonesia dan Thailand bakal mencatatkan selisih gol identik, yaitu tujuh memasukkan dan satu kemasukan.

Baca Juga: Indonesia Vs Kamboja - Mencari Pengganti 3 Pahlawan di Phnom Penh

Perlu diketahui bahwa setelah jumlah poin, selisih gol, dan produktivitas memasukkan, head-to-head menjadi aspek penentu selanjutnya.

Untuk ukuran terakhir, Indonesia dan Thailand juga seimbang karena bermain seri 0-0 pada laga perdana, Selasa (15/8/2017).

Setelah itu, skenario adu penalti bisa menjadi opsi dengan catatan, kedua tim bertemu pada laga pamungkas. Itu tidak bisa diterapkan karena Indonesia bersua Kamboja, sedangkan Thailand bertemu Vietnam.

Klasemen Grup B apabila Indonesia menang 2-0 atas Kamboja dan Vietnam Vs Thailand berakhir 0-0:

1. Vietnam   5  3  2  0  12-1  +11  11
2. Thailand   5  3  2  0   7-1    +6  11
3. Indonesia 5  3  2  0   7-1    +6  11

Maka dari itu, aspek selanjutnya menjadi penentu, yaitu jumlah kartu kuning dan merah. Adalah sebuah kekhawatiran mengingat tim asuhan Luis Milla sudah mengoleksi sembilan kartu kuning dan satu kartu merah dalam empat pertandingan.

Terakhir, Hanif Sjahbandi diganjar dua kartu kuning plus satu kartu merah saat Indonesia dan Vietnam bermain imbang 0-0, Selasa (22/8/2017).

Baca Juga: Indonesia Vs Kamboja - Mencari Pengganti Super untuk Timnas U-22

Mengacu Fair Play Criteria, apa yang dilakukan Hanif berbuah minus tiga poin.

Perlu diketahui untuk setiap kartu kuning diganjar pengurangan satu poin, kartu merah langsung empat poin, dan kartu kuning yang diikuti kartu merah langsung lima poin.

Oleh karena itu, pelatih Luis Milla tidak cuma perlu mendorong anak-anak asuhnya untuk mengejar banyak gol, tetapi juga meminimalkan kartu hukuman.

Kalau tidak, tim beralias Garuda Muda bisa gagal terbang ke semifinal hanya gara-gara rapor kedisiplinan.

Pertandingan timnas Indonesia vs Kamboja akan disiarkan langsung oleh TVRI dan SCTV pada pukul 15.00 WIB. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.